Kaki tangan pelaku kejahatan seks, Jeffrey Epstein, bernama Ghislaine Maxwell, bakal dimintai keterangan oleh Kongres Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/2). Sesi tanya jawab tertutup ini diharapkan memperjelas skandal yang melibatkan banyak tokoh.
Seperti dilansir AFP, Senin (9/2/2026), Maxwell yang sedang menjalani hukuman 20 tahun penjara atas pidana memperdagangkan anak-anak perempuan kepada Epstein. Ia akan menghadapi rentetan pertanyaan dari anggota Komite Pengawasan DPR AS melalui tautan video, dari dalam penjara tempatnya ditahan. Diketahui, sesi tanya jawab ini akan digelar tertutup.
Meskipun tidak ada penuntutan baru oleh otoritas penegak hukum AS yang diharapkan setelah jutaan halaman dokumen tentang Epstein diungkap ke publik pada akhir Januari lalu, banyak pemimpin politik dan bisnis yang terseret skandal itu setelah hubungan mereka dengan Epstein terungkap, bahkan beberapa sampai mengundurkan diri dari jabatan mereka.
Komite Pengawasan DPR AS, yang kini dikuasai Partai Republik, sedang menyelidiki hubungan antara Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh dan bagaimana informasi tentang tindak kejahatannya ditangani. Namun Maxwell diperkirakan akan menggunakan haknya untuk tidak mengkriminalisasi diri sendiri, yang memang dijamin dalam Amandemen Kelima Konstitusi AS.
Epstein telah dinyatakan bersalah pada tahun 2008 atas dakwaan menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi. Namun dia hanya mendapatkan hukuman yang relatif ringan dan dibebaskan dari penjara pada tahun 2009.
Dia kembali dijebloskan ke penjara tahun 2019, namun kemudian ditemukan tewas di sel tahanan tempatnya ditahan di New York ketika dia menunggu sidang kasus perdagangan seks anak. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, tetapi memicu spekulasi dan konspirasi selama bertahun-tahun.
(isa/isa)




