Generasi Z (Gen Z) kini mulai menjadi kekuatan dominan di dunia kerja yang menghadirkan perspektif dan energi baru bagi berbagai industri. Karyawan Gen Z dikenal sebagai pekerja muda yang memiliki nilai dan harapan yang jelas, termasuk soal lingkungan yang transparan, fleksibel, dan memberikan peluang berkembang. Cara mereka menilai perusahaan tidak hanya dari gaji, tetapi juga dari budaya, dukungan manajemen, dan kesempatan untuk belajar.
Memahami faktor-faktor yang diam-diam membuat Gen Z resign menjadi krusial agar organisasi dapat mempertahankan talenta terbaiknya. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh soal apa yang membuat mereka ingin meninggalkan perusahaan berdasarkan artikel yang dilansir dari Fodmap Everyday ini agar strategi retensi organisasimu lebih efektif.
Ketidakseimbangan antara Pekerjaan dan Kehidupan PribadiKaryawan Gen Z sangat menekankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi/Foto: Freepik/DC Studio
Generasi Z menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mereka enggan mengorbankan waktu pribadi demi pekerjaan, dan jika budaya perusahaan menuntut jam kerja panjang atau kesiapan untuk selalu siaga membalas pesan soal pekerjaan, hal itu bisa membuat mereka kelelahan parah. Kesehatan mental dan fisik mereka menjadi priorirtas, dan mereka tidak akan ragu meninggalkan pekerjaan yang merugikan keduanya.
Mereka memahami bahwa menjaga keseimbangan yang sehat tidak hanya melindungi diri, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja. Oleh karena itu, mereka akan mencari perusahaan yang menghormati waktu pribadi dan memungkinkan mereka tetap memiliki kehidupan di luar pekerjaan.




