Dugaan Penganiayaan Ojol di Jakbar: Seret Paspampres, Ternyata Diduga TNI

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) menjadi korban dugaan penganiayaan saat mengantarkan pelanggannya di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (4/2/2026).

Pelaku semula sempat disebut anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Namun, belakangan terungkap bahwa pelaku merupakan prajurit TNI.

Kronologi

Kejadian bermula saat Hasan mengangkut penumpang bernama Nur dari Jalan Mawar dengan titik pengantaran ke Jalan Haji Lebar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Penumpang mengaku tidak hafal jalan, Hasan pun mengikuti arahan sesuai aplikasi. Namun, setibanya di titik pengantaran, Nur mengatakan ia salah lokasi.

"Sampai di lokasi tujuan, penumpang saya mengatakan bahwa rumahnya bukan ini. Terus dia sering dipanggil ke sana, cuma dia enggak tahu jalan. Saya konfirmasi jalannya ke mana, dia enggak tahu juga," ujar Hasan kepada Kompas.com, Senin (9/2/2026).

Nur pun membagikan titik baru ke Hasan yang ia dapat dari pelaku lewat fitur share location, tapi tidak bisa dibuka.

Hasan hanya bisa melihat titik merah pada fitur itu berada sekira 2 kilometer dari keberadaan mereka di Jalan Kecapi, Meruya Utara.

Karena tak tega meninggalkan penumpangnya, Hasan tetap mengantarkan Nur ke lokasi baru itu.

Setibanya di tujuan, Hasan meminta Nur menghubungi pelaku untuk memperjelas titik pengantaran. Nur menyerahkan ponselnya pada Hasan untuk berbicara langsung dengan pelaku.

Baca juga: Penganiaya Driver Ojol di Jakbar Bukan Paspampres, Diduga Anggota TNI

Hasan bertanya terkait lokasi. Akan tetapi, Hasan malah dimaki-maki oleh penelepon itu.

"Saya bilang, 'Pak, saya di Jalan Kecapi nih, rumah Bapak ke mana lagi ya?'" tanya Hasan.

"Terus dia jawabannya malah kasar, marah-marah. 'Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan udah saya share-loc!'" sambungnya.

Hasan mencoba merespons dengan tenang, tapi pelaku semakin emosi.

"Saya bilang, 'Bapak ngapain marah-marah? Saya kan cuma nanya alamat'. Terus malah dia bilang, 'Monyet kamu ya! Sini kamu kalau berani!" ucap Hasan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hasan berusaha menahan emosinya dan tetap mengantarkan penumpang setelahnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dahnil Sebut 3.515 PNS dari Kemenag Pindah ke Kemenhaj, Masih Butuh 5.000 Lagi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ammar Zoni Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Minta Keringanan Hukuman
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
DPR Sepakati 10 Anggota Dewas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Intip Daftarnya
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Hanya Ada Tangga untuk Menyeberang di Stasiun Depok Lama, Penumpang Tak Kuat Naik-Turun
• 3 jam lalukompas.com
thumb
DPR Terima Surpres Revisi UU Daerah Kepulauan hingga Perkoperasian
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.