GenPI.co - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping membahas perkembangan kerja sama ekonomi serta hubungan dengan Amerika Serikat.
Selama bertahun-tahun, para pemimpin Eropa mendesak China untuk menghentikan dukungannya terhadap Rusia.
Namun, di saat yang sama, China justru menjadi mitra dagang terbesar Rusia, terutama ketika Putin berusaha mengurangi dampak sanksi ekonomi Barat.
Putin menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama bilateral kedua negara.
Putin menilai hubungan kebijakan luar negeri Rusia dan China tetap menjadi faktor penstabil utama di tengah meningkatnya gejolak global.
Dia memuji kemitraan strategis di sektor energi, termasuk kerja sama energi nuklir untuk tujuan damai.
Putin juga menyoroti kebijakan bebas visa bagi warga Rusia yang diterapkan China dan dibalas Moskow.
Xi Jinping mengatakan dirinya dan Putin membahas pengembangan hubungan bilateral serta bertukar pandangan mengenai isu-isu strategis.
Xi menekankan perlunya memanfaatkan "kesempatan bersejarah" untuk memperdalam kerja sama.
Mengacu pada hari pertama musim semi menurut kalender China, Xi menyebut momen ini sebagai simbol awal untuk menyusun cetak biru baru bagi hubungan China-Rusia.
"Dalam setahun terakhir, hubungan kedua negara telah memasuki tahap perkembangan baru dengan pertukaran perdagangan dan ekonomi yang terus tumbuh stabil," ujar Xi, dilansir AP News, Senin (9/2).
Xi menyerukan pertukaran tingkat tinggi dan kerja sama pragmatis guna memperdalam kemitraan strategis serta peran tanggung jawab sebagai kekuatan besar di level global.
Sejumlah mitra dekat AS diketahui mulai menjajaki peluang kerja sama dengan China.
Hal itu menyusul ketegangan dengan Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan tarif dan ambisinya mencaplok Greenland. (*)
Heboh..! Coba simak video ini:





