Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Pilot dan Kopilot Tewas

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAYAPURA, KOMPAS - Pesawat Smart Air PK-SNR diserang oleh kelompok bersenjata di daerah Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Pilot dan kopilot tewas ketika berupaya melarikan diri.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Polres Boven Digoel Ajun Komisaris Besar Wisnu Perdana Putra membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya menerima informasi penembakan pesawat sekitar pukul 13.00 WIT. Penembakan dilakukan ketika pesawat mendarat di lapangan terbang di daerah Yaniruma.

Pilot dan kopilot pesawat Smart Air itu ditemukan tewas di sekitar lapangan terbang saat hendak menyelamatkan diri. Sementara itu, 13 penumpang pesawat selamat.

“Belum ada informasi (terkait) pelaku penembakan. Saat ini, kami sedang berupaya menangani teknis di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom belum memberikan keterangan.

Baca Juga KKB Bakar Rumah dan Tembak Mati Warga di Asmat

Adapun wilayah penembakan pesawat ini berada di pedalaman Papua Selatan yang berbatasan dengan Papua Pegunungan. Pada tahun lalu, TPNPB-OPM pernah menyerang warga sipil di kawasan perbatasan Papua Selatan dan Papua Pegunungan, yakni di Kabupaten Asmat.

Saat itu, kelompok ini menembak mati seorang warga sipil, Indra Guru Wardana di Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat. Mereka beralasan korban adalah anggota intelijen militer Indonesia.

Penembakan pilot

Penembakan ini menambah panjang insiden penembakan pesawat di Papua. Sebelumnya, penembakan helikopter juga pernah terjadi Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Agustus 2024.

Saat itu, Glen Malcolm Conning (50), pilot helikopter berkebangsaan Selandia Baru, tewas ditembak. Adapun para penumpang yang merupakan warga lokal dibiarkan pergi.

Saat itu, TPNPB-OPM mengakui terlibat dalam penembakan tersebut. Mereka beralasan penembakan ini dilakukan sebagai peringatan karena daerah tersebut wilayah konflik yang tidak boleh dilewati oleh berbagai jenis pesawat.

Baca JugaJenazah Pilot Selandia Baru yang Ditembak OPM di Mimika Dievakuasi

Sementara itu, teror penerbangan yang paling disorot adalah penyanderaan pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, Februari 2023. Saat itu, penyanderaan ini bermula saat Mehrtens mengendalikan pesawat Susi Air PK-BVY yang mendarat di lapangan terbang Distrik Paro, Selasa (7/2/2023). 

Pesawat itu disergap oleh TPNPB-OPM pimpinan Egianus Kogoya. Pesawat itu dibakar dan Mehrtens ditawan. Kelompok ini membebaskan lima penumpang karena merupakan warga setempat.

Kelompok Egianus menuntut Indonesia mengakui kemerdekaan Papua sebagai imbalan atas pembebasan Mehrtens. Kelompok itu mengancam akan menembak Mehrtens jika pembicaraan mengenai kemerdekaan Papua ditolak.

Namun, setelah melalui proses yang cukup panjang, termasuk negosiasi, pada akhirnya kelompok Egianus Kogoya melunak.

Kelompok ini melepaskan Mehrtens dari penyanderaan selama 19 bulan tersebut, yakni tepatnya pada 21 September 2024. Egianus mengklaim pembebasan itu karena alasan kemanusiaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
New START Berakhir, AS-Rusia Bahas Perjanjian Nuklir Baru
• 27 menit lalucelebesmedia.id
thumb
Gus Ipul Apresiasi Kontribusi Polri Perkuat Disiplin Siswa Sekolah Rakyat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ketua DPD Desak RUU Daerah Kepulauan Segera Disahkan: Sangat Ditunggu Masyarakat
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Penuhi Panggilan BPK, Ini Klarifikasi Tambahan Gus Yaqut Beri soal Penghitungan Kerugian Negara dalam Kasus Kuota Haji
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Fenomena Diaspora Timnas Indonesia Berbondong-bondong ke BRI Super League, Pengamat: Bikin Liga Indonesia Alami Kemajuan
• 52 menit lalubola.com
Berhasil disimpan.