Harga Emas Cetak Rekor, Pembiayaan BCA Syariah Langsung Meroket

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pembiayaan emas BCA Syariah mencapai Rp520 miliar pada akhir tahun lalu, atau melonjak tajam dibanding pada 2024 yang hanya Rp154 miliar dan Rp51 miliar di 2023.

Secara tahunan, pertumbuhannya sebesar 238,16 persen (year on year/yoy). Direktur BCA Syariah Pranata mengamini kenaikan pesat ini. Menurutnya, emas kini jadi salah satu produk konsumer paling laris di bank syariah.

Baca Juga :
BCA Syariah Unjuk Gigi: Aset Rp19,2 Triliun, NPF Terjaga
Harga Emas Hari Ini 11 Februari 2026: Produk Antam Melorot, Global Kinclong

“Kenaikan harga emas langsung memengaruhi permintaan pembiayaan. Dari tren yang kami lihat, ketika harga emas naik, permintaan atau pencairan emas juga ikut naik,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Harga emas terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, pada tahun ini emas beberapa kali mencetak rekor terbaru sepanjang masa (all time high/ATH).

Saat ini, harga emas dunia sudah tembus di atas level US$5 ribu (Rp84 juta) per troy ounce, didorong ketidakpastian global dan permintaan safe haven. Seiring dengan itu, tren harga emas nasional ikut terdongkrak naik.

Harga emas Antam melonjak sepanjang 2025 hingga awal 2026, dari kisaran Rp2,4 juta per gram pada akhir 2025 menjadi Rp2,95 juta per gram pada 10 Februari 2026.

Kenaikan harga emas yang tajam otomatis mendorong minat masyarakat berinvestasi pada logam mulia. Hal itu salah satunya tecermin dari lonjakan pembiayaan emas di BCA Syariah yang tumbuh pesat dalam dua tahun belakangan.

Meski pertumbuhan tinggi, BCA Syariah tak ingin terlena dan tetap waspada terhadap risiko fluktuasi harga. Penurunan harga bisa menekan pencairan pembiayaan. “Kalau harga turun, biasanya disbursement ikut turun. Kekhawatiran lain, jika penurunan signifikan, ini bisa jadi market risk yang berujung credit risk,” tutur Pranata.

Untuk menjaga kualitas aset, BCA Syariah menyiasatinya dengan menerapkan uang muka 10 persen. "Sejauh ini belum ada penurunan harga emas yang drastis. Ke depan, Pranata optimistis prospek pembiayaan emas masih cerah. Hal itu seiring makin banyak masyarakat yang pilih emas sebagai investasi jangka panjang," jelasnya.

Baca Juga :
JPMorgan Ungkap Alasan Bitcoin Lebih Menarik dari Emas, Harganya Bisa Tembus US$266.000
Harga Perak Naik Terus, Analis Lihat Peluang Cetak Rekor Lagi
Harga Emas Hari Ini 10 Februari 2026: Produk Antam Kinclong, Global Melorot

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei Litbang Kompas: ”Overwork” di Jalanan, Potret Rapuhnya Hidup Pengemudi Ojol
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Bayi yang Ditinggal di Apartemen Bekasi Meninggal di RS, Polisi Ringkus Terduga Pelaku
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jokowi Diperiksa di Polres Surakarta untuk Lengkapi Berkas Kasus Roy Suryo Cs
• 7 jam lalukompas.com
thumb
AS sanksi bursa emas Hizbullah, jaringan pengadaan internasional
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Review MSCI Februari 2026 Tekan Pergerakan Saham INDF, ACES dan CLEO
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.