5 Tips Ampuh Cegah Bau Mulut Saat Puasa di Bulan Ramadan, Harus Hindari Kebiasaan ini

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDInilah 5 tips ampuh cegah bau mulut saat puasa di bulan ramadan. Ternyata harus menghindari kebiasaan ini.

Bau mulut kerap menjadi masalah yang dialami saat menjalankan ibadah puasa. Hal ini tergolong normal karena produksi air liur menurun ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu tertentu.

Meski demikian, apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut bisa mengurangi kepercayaan diri dan menjadi tanda bahwa kebersihan mulut kurang terjaga. Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menekan kemungkinan munculnya bau mulut selama berpuasa. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mencukupi asupan cairan

Minum air putih yang cukup sejak waktu berbuka hingga sahur membantu menjaga kelembapan rongga mulut sekaligus menghambat perkembangan bakteri penyebab bau tak sedap. Pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi agar tubuh tidak mengalami kekurangan cairan saat berpuasa.

2. Rajin berkumur

Membersihkan mulut dengan berkumur setelah sahur dan berbuka dapat membantu menghilangkan sisa makanan serta mengurangi jumlah bakteri. Anda bisa memakai cairan antiseptik khusus atau air hangat yang diberi sedikit garam sebagai pilihan alami.

3. Membatasi makanan berbau tajam

Makanan tertentu seperti bawang, jengkol, dan petai dapat meninggalkan aroma kuat pada napas. Sebaiknya kurangi konsumsi makanan tersebut saat sahur dan pilih menu yang lebih ringan seperti buah-buahan serta sayuran segar.

4. Menghindari kebiasaan merokok

Rokok dapat memperburuk bau mulut karena meninggalkan aroma menyengat dan membuat mulut menjadi kering. Tidak merokok, terutama ketika sahur, dapat membantu menjaga kesegaran napas sepanjang hari.

 

Gangguan pada gigi maupun gusi juga berpotensi menyebabkan bau mulut. Kontrol secara berkala ke dokter gigi penting untuk mendeteksi masalah sejak dini sehingga kondisi tersebut bisa dicegah.

Dengan merawat kebersihan mulut, memperhatikan pola konsumsi makanan, dan memastikan tubuh cukup cairan, risiko bau mulut selama puasa dapat ditekan sehingga aktivitas harian tetap terasa nyaman dan rasa percaya diri tetap terjaga.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah menetapkan libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah pada 21–22 Maret 2026. Penetapan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, yang disahkan pada 19 September 2025.

Dikutip dari Kompas.com (29/1/2026), berdasarkan perhitungan astronomi serta kalender Hijriah global, awal Ramadan 1447 H diperkirakan dimulai pada pertengahan Februari 2026.

Secara umum, terdapat dua kemungkinan tanggal dimulainya puasa, yakni Rabu, 18 Februari 2026, atau Kamis, 19 Februari 2026. Perbedaan ini muncul karena penentuan 1 Ramadhan di Indonesia diputuskan melalui Sidang Isbat pemerintah yang mempertimbangkan metode hisab dan rukyatul hilal.

Terdapat beberapa versi penetapan awal puasa yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah. Berikut perkiraan awal Ramadhan menurut masing-masing pihak:

1. Awal puasa versi Muhammadiyah

Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Dalam menentukan awal bulan, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Dengan perhitungan tersebut, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri diperkirakan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026.

2. Awal puasa versi Pemerintah

Sementara itu, berdasarkan kalender resmi tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, pemerintah memperkirakan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini mengacu pada kriteria MABIMS yang menjadi pedoman bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Namun, kepastian tanggal awal puasa masih akan ditentukan melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 Hijriah. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendikti: Presiden Minta Masalah Sampah Ditangani Cepat-Skala Mikro, Ajak Kampus
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Menpan RB: Tetap Utamakan Pelayanan Publik Saat "WFA" ASN di Momen Lebaran 2026
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Menyelami Masa Lalu Kota Malang Lewat Kayutangan Heritage
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Kisruh PBI JKN Nonaktif, Keluhan Rakyat Meluas
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Paris Baguette Bawa Konsep Pasar Bedug ala Bakery Selama Ramadan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.