Studi: Obesitas Naikkan Risiko Infeksi Hingga 70 Persen

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Individu yang obesitas memiliki risiko 70 persen lebih tinggi mengalami infeksi serius, menurut studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal The Lancet. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa satu dari 10 kematian akibat penyakit menular secara global berpotensi terkait dengan obesitas.

Studi ini menemukan bahwa individu dengan obesitas memiliki kemungkinan lebih besar untuk dirawat di rumah sakit atau meninggal dunia akibat penyakit menular seperti influenza, Covid-19, pnemunonia, dan gastroenteritis. "Seiring dengan meningkatnya angka obesitas secara global, jumlah kematian dan rawat inap akibat penyakit menular yang terkait dengan obesitas juga akan meningkat," kata peneliti studi dari University of Helsinki, Solja Nyberg, dilansir laman Euro News, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga
  • Kecanduan Gim Berisiko Picu Obesitas Hingga Gangguan Mental
  • Atasi Obesitas dengan Penggunaan Injeksi Semaglutide, Amankah?
  • Aktor Serial 'Dawson's Creek' James Van Der Beek Meninggal Dunia

la mengatakan untuk mengurangi risiko infeksi parah serta masalah kesehatan lain yang terkait dengan obesitas, kebijakan yang mendukung gaya hidup sehat dan penurunan berat badan sangat dibutuhkan. Utamanya, akses ke makanan sehat yang terjangkau dan kesempatan untuk beraktivitas fisik.

Studi ini menganalisis data dari lebih dari 67 ribu individu dewasa di Finlandia dan lebih dari 470 ribu individu dewasa dalam dataset UK Biobank untuk melihat hubungan antara obesitas dan penyakit menular yang parah. Para peneliti mengukur indeks massa tubuh (BMI) peserta di awal studi dan mengklasifikasikan mereka ke dalam tiga kelompok berbeda yakni berat badan sehat, kelebihan berat badan, dan obesitas. Peserta diikuti selama rata-rata 13 hingga 14 tahun.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Diet sehat (ilustrasi). - (www.freepik.com)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Pangkas Kenaikan usai Rilis Data Tenaga Kerja AS
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Prabowo Dijadwalkan Teken Kesepakatan Tarif Resiprokal dengan Presiden Trump di AS
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot di Tahun 2025, Ini Respons KPK
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepolisian cekal Richard Lee
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Dilema Trotoar Istiqlal: Antara Ketertiban Kota dan Napas Ekonomi Kecil
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.