Laba Bank Lampung Rp205,31 Miliar sepanjang 2025, Melonjak 99,03%

bisnis.com
22 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Lampung membukukan laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp205,31 miliar sepanjang 2025, melonjak 99,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp103,15 miliar.

Menurut laporan keuangan Bank Lampung yang diterbitkan Harian Bisnis Indonesia pada Kamis (12/2/2026), pendapatan bunga tercatat sebesar Rp1,017 triliun, relatif stabil dibandingkan Rp1,016 triliun pada 2024 atau naik 0,06%. 

Di sisi lain, beban bunga turun menjadi Rp375,72 miliar dari Rp468,44 miliar atau menurun 19,79%. Penurunan beban bunga tersebut mendorong pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp641,60 miliar dari Rp548,22 miliar atau tumbuh 17,03%.

Pada pendapatan operasional dari komisi, provisi dan fee administrasi tercatat sebesar Rp88,63 miliar, turun 19,07% dibandingkan Rp109,53 miliar pada 2024. Namun, pendapatan lainnya meningkat menjadi Rp101,14 miliar dari Rp81,72 miliar atau naik 23,76%. 

Adapun, kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) tercatat Rp111 miliar, turun 23,29% dibandingkan Rp144,69 miliar pada tahun sebelumnya.

Beban tenaga kerja meningkat menjadi Rp249,03 miliar dari Rp243,15 miliar atau naik 2,42%. Beban promosi tercatat Rp18,81 miliar, naik 14,41% dibandingkan Rp16,45 miliar. Sementara beban lainnya turun menjadi Rp177,82 miliar dari Rp183,82 miliar atau menurun 3,27%. Secara keseluruhan, laba operasional tercatat Rp280,61 miliar, melonjak 85,45% dibandingkan Rp151,32 miliar pada 2024.

Baca Juga

  • BJTM Resmi Genggam 5,42% Saham Bank Lampung usai Injeksi Modal Rp100 Miliar
  • Pembentukan KUB: BJTM Suntik Bank Lampung dan Bank Sultra Senilai Total Rp200 Miliar
  • Laba Bank Lampung Melesat 113,44% jadi Rp108,77 Miliar per Semester I/2025

Adapun dari sisi intermediasi, Bank Lampung tercatat menyalurkan kredit yang diberikan tumbuh 4,32% menjadi Rp7,51 triliun dari Rp7,2 triliun. Di sisi lain, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) kredit turun 1,14% menjadi Rp154,07 miliar dari Rp155,84 miliar. 

Bank Lampung juga mencatat surat berharga yang dimiliki meningkat signifikan menjadi Rp1,44 triliun dari Rp809,89 miliar atau tumbuh 78,96%. Sebaliknya, penempatan pada Bank Indonesia turun menjadi Rp741,17 miliar dari Rp1,8 triliun atau terkontraksi 58,97%.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga yang terdiri dari giro, tabungan, dan deposito tercatat Rp8,28 triliun, meningkat 8,82% dibandingkan Rp7,61 triliun pada 2024. 

Secara rinci, giro tumbuh 56,88% menjadi Rp1,77 triliun, sedangkan tabungan naik 1,01% menjadi Rp1,92 triliun. Deposito relatif stabil di Rp4,57 triliun atau naik 0,15% dari Rp4,57 triliun.

Dana murah atau CASA yang merupakan gabungan giro dan tabungan tercatat Rp3,7 triliun, meningkat 21,85% dibandingkan Rp3,04 triliun pada 2024. Adapun, total aset Bank Lampung per akhir 2025 tercatat Rp11,48 triliun, meningkat 9,72% dibandingkan Rp10,46 triliun pada 2024. 

Bank Lampung turut mencatatkan sejumlah kinerja rasio perusahaan sepanjang 2025. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 30,03%, meningkat dari 28,23% pada 2024. 

Kualitas aset juga membaik, tercermin dari rasio aset produktif bermasalah dan aset nonproduktif bermasalah terhadap total aset produktif dan nonproduktif yang turun menjadi 1,93% dari 2,26%. 

Rasio aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif juga turun menjadi 1,93% dari 2,25%. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif tercatat 1,50%, membaik dibandingkan 1,76% pada 2024. 

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,69% dari 2,82%, sementara NPL net berada di level 1,39% dibandingkan 1,36% pada tahun sebelumnya. Selanjutnya Return on Asset (ROA) meningkat menjadi 2,48% dari 1,25%, sedangkan Return on Equity (ROE) melonjak menjadi 14,79% dibandingkan 7,98% pada 2024. Net Interest Margin (NIM) turut naik menjadi 6,36% dari 5,49%.

Efisiensi operasional juga membaik. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 76,84% dari 87,47%. Cost to Income Ratio (CIR) membaik ke level 53,69% dibandingkan 62,87% pada tahun sebelumnya.

Lalu Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 90,75%, lebih rendah dibandingkan 94,66% pada 2024. Liquidity Coverage Ratio (LCR) melonjak signifikan menjadi 332,40% dari 134,52%, Leverage Ratio (LR) juga meningkat menjadi 13,37% dibandingkan 12,75% pada tahun sebelumnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Saber Pelanggaran Pangan Terbitkan 128 Surat Teguran Cuma dalam Sepekan
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Jaga Kerukunan Bangsa, Kemendagri Tekankan Rumah Ibadah Juga Berfungsi Sosial-Ekonomi
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
BEI Sebut Sudah Komunikasi Intens dengan MSCI Sebelum Gejolak Pasar Saham
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Anggota DPR usulkan promosi cagar budaya Banyuwangi digencarkan
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Keluh Kesah Guru Madrasah Swasta: Gaji Kecil, Ikut Seleksi ASN Tak Bisa
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.