Perempuan Tak Harus Sempurna, Pentingnya Dukungan Agar Berdaya dan Sejahtera

narasi.tv
14 jam lalu
Cover Berita

Perempuan tidak dituntut untuk menjadi sempurna tetapi perlu didukung agar tetap berdaya dan sejahtera. Menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam seminar daring yang dipantau di Jakarta, Kamis (12/2), yang menyoroti realita peran ganda perempuan bekerja yang sudah berumah tangga.

"Perempuan yang bekerja itu mempunyai tantangan seperti pengasuhan anak, pekerjaan domestik yang masih harus dikerjakan oleh perempuan hingga beban mental yang dihadapi, yang tak terlihat tetapi sebenarnya terasa untuk para perempuan," ujarnya.

Ia, juga mencatat bahwa perempuan yang bekerja mengalami stres tambahan karena harus membagi waktu dan energi antara pekerjaan formal dan tanggung jawab di rumah.

Data ketenagakerjaan di DKI Jakarta pada tahun 2025 menunjukkan partisipasi angkatan kerja perempuan meningkat sekitar 1,90 persen dari tahun 2024 menjadi 52,19 persen.

Bila dihitung, terdapat hampir 2,3 juta perempuan pekerja di Jakarta dan angka ini diyakini akan semakin meningkat dalam waktu mendatang.

Peran Laki-laki dalam Keluarga

Dwi menyampaikan, perlu diciptakan sebuah ekosistem yang mendukung supaya semua angkatan kerja terutama perempuan bisa menjalankan peran dengan maksimal tanpa meninggalkan kodratnya sebagai perempuan.

Dalam hal ini, peran laki-laki (suami) dibutuhkan dalam tanggung dalam pengasuhan anak dan pekerjaan rumah. Jika pengasuhan anak dianggap hanya sebagai tanggung jawab perempuan, maka beban yang ditanggung perempuan akan semakin berat.

Untuk itu, penting adanya gerakan untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan dan kesejahteraan keluarga. Gerakan "Ayah Mengambil Rapor" yang diluncurkan pemerintah diharapkan dapat mendorong para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan dan bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak.

"Pengasuhan bersama bagi para ayah bukan sifatnya membantu ibu tetapi menjadi tanggung jawab anak. Jadi, tumbuh kembang anak, keharmonisan keluarga, produktif di tempat kerja merupakan tanggung jawab," kata Dwi.

Kebijakan untuk Mendukung Perempuan

Pemerintah, khususnya di Jakarta, telah mengimplementasikan berbagai kebijakan agar peran-peran perempuan bisa maksimal dijalakan. Salah satu kebijakan tersebut adalah penyediaan ruang laktasi digedung-gedung perkantoran.

Selain itu, edaran yang mendukung upaya pencegahan dan penanganan tindak pelecehan seksual di tempat kerja, edaran gubernur juga mengimbau penyediaan tempat penitipan anak yang ramah anak di kantor-kantor, dan penerapan fleksibilitas jam kerja.

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MUI Desak Kaji Ulang Pengiriman TNI ke Gaza, Dinilai Berisiko Tinggi
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Tarif Trump Dongkrak Penerimaan, Defisit Anggaran AS Susut 17%
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Periksa Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, KPK Dalami Aliran Uang Abdul Wahid
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Potret Penerus Kim Jong Un, Ditempa Jadi Pemimpin Tertinggi Korut
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pekerja Kantoran Ramai-Ramai Tinggalkan Karier Bergengsi Gara-gara AI
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.