Ketua Komisi XI DPR Yakin Pasar Modal RI Tetap Menarik di Mata Investor

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, meyakini pasar modal Indonesia akan tetap menarik di mata investor. Pemerintah berkomitmen memperbaiki dan mematuhi berbagai catatan yang dilayangkan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah peringatan MSCI terhadap transparansi dan integritas pasar modal Indonesia tersebut secara langsung direspons Presiden Prabowo Subianto.

"Apa yang menjadi concern dari Bapak Presiden, bahwa seluruh pejabat di sektor keuangan untuk kemudian melakukan langkah-langkah yang memadai, langkah-langkah yang strategis dalam rangka memperhatikan concern yang menjadi concern-nya MSCI, itu membuahkan hasil," kata Misbakhun di kompleks parlemen Senayan, Kamis (12/2).

Menurut Misbakhun, salah satunya adalah dengan keputusan mundurnya beberapa pejabat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia menilai hal ini merupakan tanggung jawab atas kemelut yang ada dan patut diapresiasi.

"Dewan Komisioner OJK secara profesional mereka mengundurkan diri, sebagai bentuk tanggung jawab profesional mereka, ini perlu kita berikan respon yang positif. Dan ini akan menjadi standar baru bagi Indonesia, khususnya para pejabat di sektor keuangan," imbuhnya.

Misbakhun menilai pejabat yang mundur tersebut memiliki kapabilitas, namun ketika situasi tidak terkendali di pasar modal akibat peringatan MSCI tersebut, maka tanggung jawab yang mereka ambil tersebut seharusnya dapat direspons dengan baik oleh pasar.

"Secara kelembagaan OJK juga melakukan upaya yang cepat memberikan respons yang cepat, melakukan langkah-langkah strategis yang memadai, mengisi jabatan yang kosong, dan kemudian mulai melakukan upaya-upaya persuasi, mendeklarasikan kepada masyarakat, kepada publik, bahwa mereka melakukan langkah apa saja terhadap free float, terhadap transparansi, dan terhadap tata kelola," jelas Misbakhun.

Dengan komunikasi yang disampaikan, baik itu pihak OJK maupun BEI kepada publik secara simultan, dia berharap dapat menekan volatilitas pasar saham yang saat ini masih terjadi, karena banyaknya sentimen yang memengaruhi.

Misbakhun memastikan kondisi pasar modal masih bisa ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang menurutnya sangat kuat, dengan capaian pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen sepanjang tahun 2025, salah satu yang tertinggi di anggota G20.

Indonesia punya cadangan devisa yang sangat kuat senilai USD 156 miliar, dengan laju inflasi yang rendah, neraca transaksi berjalan dan pembayaran yang positif, dan neraca perdagangan yang juga masih surplus.

"Kemudian, yang defisit tinggal di APBN. Artinya apa? Secara fundamental kita punya fundamental yang kuat sebagai negara dengan sebagai negara emerging market," tegas Misbakhun.

Misbakhun juga menilai, sorotan lembaga pemeringkat internasional terhadap kebijakan pemerintah Indonesia merupakan hal yang wajar, terutama banyaknya program baru seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kemunculan Danantara Indonesia.

"Ya itu wajar, karena pemerintahan ini adalah pemerintahan yang baru. Pertanyaan mengenai MBG, pertanyaan mengenai Danantara, itu wajar. Pemerintah tinggal menjelaskan," katanya.

Misbakhun meminta pemerintah lebih aktif menjelaskan kepada pasar keuangan global terkait sumber pembiayaan dan tata kelola program prioritas tersebut. Hal ini menandakan bahwa pemerintah bisa berbenah agar lebih transparan.

"Jadi menurut saya, langkah-langkah ini adalah masalah komunikasi. Para pemangku kebijakan dan pengambil kebijakan di sektor keuangan harus disolidkan koordinasi. Kami kalau rapat di Komisi XI, para pemangku keuangan ini kita minta, terutama KSSK, untuk solid," ungkap Misbakhun.

Terjalinnya komunikasi yang solid antar pemangku kepentingan tersebut, lanjut dia, dipastikan akan membuat pasar modal bergerak lebih positif, karena Indonesia dinilai masih menjadi salah satu tujuan investasi terbaik di antara emerging market.

"Setelah kita mengalami fase-fase yang mengalami tekanan, dan ketika tekanan itu bisa kita urai dan kita berikan respon kebijakannya, sekarang sudah mulai membaik. Para investor sangat sadar. Sangat sedikit pasar saham yang memberikan return yang tinggi seperti Bursa Efek Indonesia. Investor selalu mencari di mana return paling tinggi, dan the ones of the highest return stock market, itu Indonesia," pungkas Misbakhun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPAI Minta Sanksi Tegas atas Dugaan Tindakan Tak Pantas Guru di Jember
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi POME di Sumatera
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Izin Impor Seret, Dua Pabrik Gula Indonesia Disebut Setop Produksi
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gubernur DKI Pramono Anung Minta Kartu Jakarta Pintar Tak Digadaikan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono akui PJLP Bina Marga masih kurang untuk atasi jalan berlubang
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.