Cerita Warga Jalani Cuci Darah RSCM: Pakai BPJS PBI, Tak Ada Kendala

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sempat memicu polemik karena sebanyak 11 ribu penerima dinonaktifkan per Minggu (1/2). Imbasnya tak sedikit pasien yang sedang mendapatkan rawat jalan, khususnya yang memiliki penyakit katastropik, tertunda pelayanannya.

Namun situasi semacam itu tak dirasakan oleh pasien di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Salah satu pasien RSCM selaku penerima BPJS PBI mengungkapkan tidak mengalami kendala apa pun di tengah polemik bergulir.

"Cuma dengar-dengar aja sih katanya ada yang susah gitu. Tapi alhamdulilah kalau anak saya enggak ngalamin itu," kata Tati (36) yang rutin mengantarkan anaknya untuk cuci darah di RSCM pada Kamis (12/2).

Anak Tati mengidap gagal ginjal dan harus rutin cuci darah dua kali dalam seminggu. Selama anaknya menjalani cuci darah, Tati mengaku tidak mengalami kendala administrasi BPJS.

"Alhamdulillah sih sampai saat ini enggak ada kendala di BPJS-nya. Masih aman aja," ujar Tati.

Sementara ibu dari pasien gagal ginjal yang lain, Warsini (49) mengungkapkan situasi lancar yang serupa. Namun Warsini sempat menguruskan BPJS PBI-nya untuk diaktivasi kembali secara mandiri.

"Soalnya pas tanggal 6 itu perpanjang, langsung aktif. Tanggal 7-nya udah aktif," ujar Warsini yang anaknya rutin cuci darah di RSCM sejak April 2025.

Meski begitu, Warsini melakukan reaktivasi bukan karena kekisruhan persoalan penonaktifan, melainkan memang rutin per 3 bulan sekali. Ia mengaku prosedur reaktivasi tersebut mudah dan melalui dua tahapan yaitu ke puskesmas dahulu, kemudian ke rumah sakit.

"Ngurusnya dari akses pertama puskesmas, akses kedua (kalau saya) Rumah Sakit Duren Sawit. Gitu doang udah. Enggak sulit kok," ungkap Warsini.

Reaktivasi mandiri dilakukan juga oleh pasien yang lain, Listia (26) yang ibunya sakit anemia grafis. Listia mengetahui BPJS PBI yang digunakannya non aktif saat ibunya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Rabu (11/2).

Ia segera menguruskannya ke lokasi administrasinya dan BPJS PBI-nya aktif kembali dalam waktu cepat.

"Pas tanggal 11 langsung ke sini. Pas dicek udah enggak aktif BPJS-nya. Pas sorenya langsung diurusin, jadinya pas hari itu juga langsung aktif," ujar Listia.

Listia menjelaskan saat reaktivasi mandiri harus sesuai dengan alamat pada Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang terdaftar. Sebab ia sempat salah alamat.

"(Ngurusin ke) Guntur sama Pasar Manggis. Soalnya kan yang di Guntur itu yang ditanya kan sesuai yang kartu KIS-nya itu. Kartu KIS-nya itu kan kelurahannya Pasar Manggis, sedangkan di Guntur itu kelurahannya Setiabudi. Jadi pas dicek yang ke Pasar Manggis mungkin langsung udah aktif," kata Listia.

Listia mengatakan, di tengah upaya reaktivasi mandiri yang dilakukannya, ibu Listia tetap ditangani oleh RSCM.

"Pelayanannya baik, langsung diterima kok dari pihak IGD-nya langsung dilayanin," ungkap Listya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko AHY Pantau Proyek Tol Palembang-Betung, Begini Progresnya
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Pelindo Dorong Efisiensi Biaya Logistik Melalui Optimalisasi JTCC
• 3 jam laludisway.id
thumb
Adkasi gandeng KPK perkuat sinergi cegah korupsi
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Menag: Rehabilitasi sarana pendidikan di Sumatera terus berlangsung
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Enggak Harus Beli, Hyundai Tawarkan Sewa Mobil Listrik Rp 15 Juta per Bulan
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.