Singapura: Implementasi perjanjian Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) diproyeksikan membuka peluang baru yang semakin signifikan bagi penguatan hubungan Indonesia dan Kanada ke depan.
Wakil Presiden Riset dan Strategi Asia Pacific Foundation of Canada (APF Kanada), Vina Nadjibulla, mengatakan kemitraan tersebut akan memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor.
“Implementasi ICA-CEPA diproyeksikan membuka peluang baru yang semakin signifikan bagi penguatan hubungan kedua negara,” ujarnya di sela forum Canada in Asia Conference (CIAC) 2026 di Singapura pada Rabu kemarin.
Dikutip dari Antara, Kamis, 12 Februari 2026, ia mengatakan bahwa relasi antar kamar dagang kedua negara juga menunjukkan penguatan nyata. Organisasi pelaku kerja sama Indonesia–Kanada baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman dengan mitra akademik dan kamar dagang di Jakarta.
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan arah hubungan yang semakin intensif dan terstruktur, tidak hanya di tingkat pemerintah tetapi juga antarpelaku usaha.
Nadjibulla menilai peluang kerja sama terutama didorong oleh skala ekonomi dan komplementaritas kedua negara. Indonesia membutuhkan penguatan ketahanan energi, termasuk pengembangan energi nuklir, sementara Kanada memiliki kapasitas teknologi dan pengalaman panjang di sektor tersebut.
Selain itu, ketahanan pangan disebut sebagai bidang strategis lain karena Kanada merupakan salah satu produsen pangan utama dunia.
Kerja sama di bidang teknologi iklim dan ketahanan iklim juga dinilai semakin relevan seiring meningkatnya dampak perubahan iklim.
Merujuk pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney beberapa bulan lalu di Ottawa, hubungan kedua negara saat ini berada dalam fase yang disebut “momentum musim semi," yakni tahap yang sarat harapan dan potensi pertumbuhan.
Menurut Nadjibulla, selain peluang komersial, terdapat pula ruang kolaborasi dari perspektif kekuatan menengah dan tata kelola global melalui kerja sama multilateral. Ia menilai Kanada memandang Indonesia sebagai mitra strategis penting—negara G20 sekaligus kekuatan menengah besar yang, bersama Kanada, berada di luar dikotomi persaingan kekuatan besar Amerika Serikat dan Tiongkok.
Dalam kerangka tersebut, Indonesia dan Kanada dinilai memiliki ruang luas untuk membawa hubungan bilateral menuju tingkat kepercayaan strategis yang lebih tinggi.
Baca juga: ICA-CEPA Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Kanada




