Wali Kota Eri Cahyadi Pimpin Prosesi Pelepasan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono di Gedung DPRD

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin pelepasan pemakaman Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono dalam prosesi penghormatan terakhir di Gedung DPRD Surabaya sebelum dimakamkan di TPU Keputih, Kota Surabaya.

Prosesi Penghormatan Terakhir di Gedung DPRD

Adi Sutarwijono meninggal dunia pada 10 Februari 2026 pukul 20.36 WIB di Rumah Sakit MRCCC Jakarta setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian pimpinan DPRD Surabaya tersebut.

"Hari ini kita kehilangannya saudara sahabat kita, pimpinan DPRD kita, dipanggil Tuhan YME," kata Eri Cahyadi.

Ia menyampaikan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya dan warga Kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada keluarga karena semasa hidup almarhum memimpin dengan hati.

"Ini mengajarkan kita semua bagaimana jiwa merangkul, jiwa menyatukan kepentingan masyarakat Kota Surabaya," ujarnya.

Eri juga menyampaikan doa dan permohonan maaf kepada keluarga almarhum.

"Kami juga menyampaikan mohon maaf jikalau beliau hidup ada salah khilaf dimaafkan untuk jalan menuju surga," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa prosesi pelepasan tersebut menjadi bukti bahwa pimpinan DPRD Surabaya itu merupakan sosok yang baik dan dihormati.

"Selamat jalan sahabat, selamat jalan guruku, semoga kita semua doakan beliau dan kuatkan keluarga ditinggalkan," katanya.

Dedikasi dan Tanggung Jawab Semasa Hidup

Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Adi Sutarwijono.

"Beliau sosok yang berdedikasi tinggi dan berintegritas yang luar biasa selama menjadi anggota DPRD di Surabaya sejak tahun 2012 dan menjadi ketua DPRD di Surabaya periode 2019-2024, periode 2024-2029," katanya.

Bahtiyar menambahkan bahwa almarhum tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, termasuk menghadiri rapat dan undangan partai di Jakarta.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab yang diembannya semasa hidup. Kepada keluarga ditinggalkan sekeluarga kami sepenuhnya menyadari bahwa kehilangan yang sangat berat," ujarnya.

Istri almarhum, Lusia Yektihandayani, menyatakan bahwa meski dalam kondisi sakit, suaminya tetap menjalankan tugas sebagai pimpinan DPRD Surabaya.

"Kami ucapkan terima kasih, ini kehormatan luar biasa dari DPRD dan Pemkot Surabaya karena membantu keperluan kami sampai pemakaman menjadi penghormatan luar biasa pada keluarga kami," katanya.

Lusia juga menyampaikan apresiasi kepada PDI-P, khususnya Megawati Soekarnoputri, atas kesempatan yang diberikan kepada almarhum untuk mengabdi di Surabaya.

"Ketua DPC PDIP Pak Armuji kemarin turut serta menerima jenazah di Juanda membuat kami bangga dan yakin PDI-P partai sangat dicintainya," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Akan Gugat Perusahaan dan Pengelola Kawasan Terkait Pencemaran Sungai Cisadane
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Pengajuan Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin Didalami KPK
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Amran Ultimatum Pengusaha Nakal: Jual di Atas HET, Izin Dicabut
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KLHK Fasilitasi Kerjasama Pembangunan RDF di Kabupaten Paser
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Menghadapi Pasangan Ingin Putus
• 21 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.