IHSG Diproyeksi Fluktuatif Jelang Long Weekend

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (13/2). Pada perdagangan Kamis (12/2), IHSG ditutup melemah 25,62 poin atau 0,31 persen ke posisi 8.265,35.

Analis MNC Sekuritas menyebut, secara teknikal IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam skenario terbaik.

Best case, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8,377-8,440. Waspadai akan adanya lanjutan koreksi ke 8,155-8,202,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

MNC menetapkan level support IHSG di 7.863 dan 7.712, dengan resistance di 8.354 dan 8.517.

MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham dengan strategi buy on weakness:

1. BKSL di 142–150, target price 161 dan 169, stoploss di bawah 135.

2. ELSA di 675–745, target price 795 dan 830, stoploss di bawah 655.

3. ENRG di 1.225–1.305, target price 1.460 dan 1.585, stoploss di bawah 1.180.

4. PSAB di 515–540, target price 605 dan 635, stoploss di bawah 505.

Sementara itu, tim analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG ke 8.265,35 (-0,31 persen) dipicu aksi ambil untung menjelang long weekend. Rupiah juga ditutup melemah ke Rp 16.810 per dolar AS, seiring penguatan dolar terhadap mayoritas mata uang utama.

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA200 meski gagal bertahan di atas level 8.300. Histogram negatif MACD tercatat menyempit dan Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot.

Phintraco memperkirakan IHSG cenderung melemah dan menguji area 8.150–8.200 pada perdagangan Jumat (13/2). Mereka menetapkan resistance di 8.300, pivot 8.250, dan support di 8.150.

“Diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak melemah dan menguji level 8.150-8.200 pada perdagangan Jumat (13/2), menjelang libur long weekend,” kata Phintraco.

Dari sentimen domestik, pasar menantikan sarasehan ekonomi yang akan digelar Presiden Prabowo Subianto hari ini. Pertemuan tersebut diharapkan memberi penjelasan komprehensif terkait kondisi ekonomi nasional serta respons pemerintah terhadap dinamika global, termasuk keputusan Moody’s yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Dari eksternal, investor mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat Januari 2026. Konsensus memperkirakan inflasi melambat menjadi 2,5 persen secara tahunan dari 2,7 persen pada Desember 2025. Inflasi inti juga diproyeksikan turun menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen sebelumnya.

Adapun top picks Phintraco untuk perdagangan 13 Februari 2026 meliputi SMGR, ASII, INTP, PGEO, dan SMDR.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Matangkan Persiapan Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Optimalkan Sinergi Lintas Sektor
• 1 jam lalukompas.com
thumb
KPK Kembali Ulik Aliran Uang terkait OTT Abdul Wahid
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Distribusi BBM Lumpuh 4 Hari, Gus Rivqy Tekan Pertamina Bangun Depo di Jember
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Saat Para Petani di Karawang Jalani Cek Kesehatan Gratis
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Beban Bisnis di Indonesia Berat, Apindo Soroti Tingginya Biaya Logistik dan Bunga Pinjaman
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.