Baru-baru ini, terjadi kasus dugaan pencemaran limbah pestisida di Sungai Cisadane, Beauties. Jadi sorotan publik, pencemaran sungai ini mengkhawatirkan masyarakat setempat.
Dilansir dari laman resmi Dinkes Kota Tangerang, diduga pencemaran zat kimia di Sungai Cisadane ini terjadi usai peristiwa kebakaran di gudang bahan pestisida di kawasan pergudangan Tangerang Selatan. Menurut laporan yang dikutip dari laman resmi Humas Polri, sejak gudang yang berlokasi di Setu, Tangerang Selatan tersebut terbakar, ditemukan ada banyak ikan yang ditemukan mati di aliran Sungai Cisadane. Ikan-ikan yang mati di permukaan air ini tentu dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi.
Pihak Dinkes Kota Tangerang telah memberi imbauan kepada warga agar untuk sementara menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane, seperti mandi, mencuci, atau melakukan kegiatan lainnya yang melibatkan penggunaan air sungai, hingga kondisi dinyatakan aman oleh instansi berwenang.
Selain itu, pihak Dinkes Kota Tangerang juga menyatakan bahwa warga diimbau tidak mengonsumsi ikan atau biota air lainnya yang berasal dari aliran Sungai Cisadane. Hal tersebut disebabkan karena dikhawatirkan terdapat potensi zat kimia berbahaya yang dapat terbawa melalui aliran air.
Lebih lanjut, Dinkes Kota Tangerang mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap gejala gangguan kesehatan akibat paparan air yang tercemar limbah pestisida.
Lalu, apa saja potensi risiko tercemarnya aliran sungai akibat limbah pestisida? Simak penjelasan berikut ini.





