Jakarta, tvOnenews.com - Peran pemerintah dalam memperkuat industri pertahanan nasional dinilai semakin strategis di tengah dinamika keamanan kawasan dan tuntutan kemandirian alutsista. DPR menegaskan, tantangan utama sektor ini bukan semata pada kapasitas produksi, melainkan pada konsistensi kebijakan jangka panjang.
Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyebut pemerintah memegang peran sentral dalam membangun fondasi industri pertahanan dalam negeri. Negara berfungsi sebagai regulator, fasilitator, sekaligus pembeli utama produk pertahanan nasional.“Modernisasi kekuatan melalui program Minimum Essential Forces (MEF) yang kini bertransisi menuju Optimum Essential Forces (OEF) juga menjadi instrumen strategis untuk menjaga kesinambungan produksi industri pertahanan domestik,” kata Amelia, Jumat (14/2/2026).
Pemerintah Jadi Penggerak Utama Industri PertahananMenurut DPR, industri pertahanan nasional tidak bisa berdiri tanpa kepastian kebijakan dan dukungan anggaran yang berkelanjutan. Pemerintah menjadi aktor kunci dalam menciptakan ekosistem yang sehat melalui regulasi, pengadaan, dan arah modernisasi kekuatan TNI.
Melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, negara mewajibkan sejumlah prinsip strategis dalam setiap pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), antara lain:
-
Prioritas penggunaan produk dalam negeri
-
Kewajiban transfer teknologi
-
Skema offset dalam pembelian dari luar negeri
Kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan setiap belanja pertahanan tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memperkuat kapasitas industri nasional.
Selain itu, belanja TNI disebut sebagai bentuk penciptaan captive market, yakni pasar yang relatif terjamin bagi industri pertahanan dalam negeri. Dengan adanya kepastian permintaan, industri dapat merencanakan produksi dan investasi jangka panjang secara lebih stabil.
Peran BUMN dan BUMS dalam Ekosistem PertahananAmelia menekankan pentingnya sinergi antara BUMN industri strategis dan BUMS dalam membangun rantai pasok nasional.
BUMN pertahanan berperan sebagai:
-
Prime contractor
-
System integrator
-
Penerima transfer teknologi dari mitra luar negeri
Sementara itu, BUMS menjadi bagian penting dalam rantai pasok dengan memproduksi:
-
Komponen dan sub-sistem
-
Material komposit
-
Elektronik militer
-
Teknologi drone
-
Sistem siber pertahanan
“Kolaborasi keduanya membentuk ekosistem industri pertahanan nasional dari hulu ke hilir,” ujarnya.




