Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, terjadi penurunan jumlah pelanggaran dalam pelaksanaan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu tertuang dalam amanat Panglima yang dibacakan Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto dalam upacara gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer Tahun Anggaran (TA) 2026 di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (13/2).
“Berdasarkan laporan pelaksanaan operasi tahun 2025, terdapat penurunan jumlah pelanggaran dibanding tahun 2024. Operasi Gaktib mengalami penurunan dari 456 pelanggaran menjadi 432 pelanggaran atau turun 5,62 persen,” kata Yusri.
Sementara untuk Operasi Yustisi, penurunannya disebut lebih signifikan.
“Sedangkan Operasi Yustisi menurun dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau turun 40,64 persen. Capaian ini menunjukkan adanya kemajuan, namun tidak boleh membuat kita lengah,” lanjut Agus.
Ia menegaskan, meski terdapat tren penurunan, upaya pembinaan disiplin dan penegakan hukum di lingkungan TNI harus terus ditingkatkan secara konsisten.
Faktor Penurunan PelanggaranYusri menjelaskan, penurunan pelanggaran pada Operasi Yustisi dipengaruhi dua faktor utama.
“Yang pertama, memang kondisi prajurit sendiri ini sudah mulai sadar. Nah, kemudian dari kita juga selalu mengedepankan edukasi. Ya, edukasi, sosialisasi. Sehingga metode-metode itu yang terus kita kembangkan,” tutur Yusri usai upacara.
Operasi Gaktib umumnya menyasar pelanggaran disiplin dan ketertiban prajurit, seperti kelengkapan administrasi, kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas, hingga tata tertib internal. Sementara Operasi Yustisi berfokus pada penegakan hukum terhadap pelanggaran yang diproses secara peradilan militer.
Terkait satuan dengan tingkat pelanggaran tertinggi, Yusri menyebut hal itu menjadi bagian dari pembinaan satuan oleh pimpinan.
“Ya, ini tentunya dari pimpinan ada masalah binsat ya, masalah pembinaan satuan. Nah, diharapkan para komandan satuan ini aktif. Aktif untuk selalu mengingatkan, membina anggotanya ya, jangan sampai membuat pelanggaran,” tandas dia.
Operasi Gaktib dan Yustisi rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk pengawasan internal dan upaya menjaga profesionalisme serta disiplin prajurit di seluruh jajaran TNI.





