Bisnis.com, JAKARTA — Blibli menyiapkan strategi terintegrasi untuk menghadapi lonjakan pesanan selama Ramadan dengan memperkuat kualitas produk, kelengkapan asortmen, serta kapasitas operasional dan logistik.
VP of Bliblimart & Moeslim Fashion Blibli Rizky Widyastuti mengatakan fondasi utama strategi perseroan pada periode Ramadan terletak pada konsistensi menjaga kualitas dan diferensiasi produk. Peluncuran koleksi eksklusif menjadi salah satu upaya mempertahankan daya tarik di tengah persaingan promosi yang kian ketat.
“Asortment dari produk, kualitas, kolaborasi dengan partner, dan service itu yang tetap kita jaga,” ujarnya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.
Rizky menjelaskan, lonjakan transaksi diantisipasi dengan sumber daya yang fleksibel. Penambahan tenaga operasional dilakukan menyesuaikan dinamika permintaan, tanpa menetapkan angka baku. Koordinasi harian dengan seller dan brand partner pun diperkuat untuk mengendalikan arus pesanan, termasuk pada jam-jam sibuk.
Dari sisi distribusi, perusahaan melakukan pre-booking kapasitas logistik dan menambah pengemudi pada periode puncak. Selain mengandalkan mitra eksternal, armada internal turut diperkuat guna menjaga ketepatan waktu pengiriman.
Group Head Groceries & Lifestyle Blibli Krisantia Nugraha menuturkan perencanaan Ramadan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya dengan menganalisis tren tiga tahun terakhir. Perseroan memetakan kebutuhan stok di gudang berdasarkan fase H-30, pertengahan Ramadan, hingga menjelang Idulfitri yang masing-masing memiliki pola berbeda.
Baca Juga
- Blibli Gandeng 20 Brand Lokal Hadirkan Koleksi Modest Wear di Gaya Raya
- Selama 2025, Blibli Panen Penghargaan atas Layanan, Inovasi, dan Kepercayaan Pelanggan
- Langkah ESG Blibli Inisiasi Tanam 110.500 Pohon Mangrove
“Setiap hari bisa berbeda kebutuhannya,” imbuhnya.
Krisantia mengakui terjadi pergeseran preferensi pascapandemi. Produk groceries yang sebelumnya menjadi tulang punggung seperti biskuit dan sirup menunjukkan perlambatan, sementara kategori confectionery seperti cokelat dan permen meningkat.
Pada kategori lifestyle, permintaan cenderung mengarah pada produk fesyen multifungsi yang dapat digunakan tidak hanya saat hari raya, tetapi juga untuk aktivitas sehari-hari.
Untuk menangkap peluang tersebut, Blibli menghadirkan Gaya Raya, destinasi fesyen kurasi yang menampilkan koleksi modest wear dari 20 brand lokal, dengan 15 di antaranya menawarkan koleksi eksklusif di platform tersebut. Sejumlah jenama yang terlibat antara lain Heaven Lights, Kami, Javina, Kaleela, Vivi Zubedi, dan Ria Miranda.
Program yang berlangsung pada 2 Februari hingga 11 Maret tersebut menawarkan diskon hingga 75%, jaminan produk original, serta fasilitas retur gratis.
Data internal perusahaan pada Ramadan 2025 menunjukkan lonjakan signifikan di kategori fesyen Muslim. Permintaan atasan Muslim wanita meningkat lebih dari dua kali lipat. Pakaian Muslim pria serta anak perempuan naik hampir 2,5 kali lipat, sedangkan pakaian Muslim anak laki-laki mencatat pertumbuhan tertinggi mendekati tiga kali lipat.
Pada kategori hijab, total penjualan sepanjang Ramadan jika direntangkan mencapai 18,16 kilometer, setara mengelilingi Stadion Gelora Bung Karno sebanyak 45 kali.
Menariknya, tren belanja tidak hanya terfokus pada busana Lebaran. Penjualan baju olahraga Muslim meningkat hampir empat kali lipat dan outerwear harian naik hampir tiga kali lipat, mencerminkan perubahan pola konsumsi yang lebih adaptif dan fungsional.
Selain memperkuat kanal daring, perseroan juga menyiapkan strategi omni-channel dengan menghadirkan outlet offline untuk kategori lifestyle, termasuk fesyen dan olahraga. Outlet tersebut direncanakan menjadi kanal penjualan produk past season sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Jadi ke depannya memang akan ada beberapa omni-channel outlet yang sifatnya lebih ke offline, kita akan buka untuk kategori lifestyle, fesyen dan sport,” tambah Krisantia.





