Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berpotensi memanggil kembali si anak hilang, Elkan Baggott saat FIFA Series 2026. Hal ini usai pemain keturunan Pascal Struijk menolak ajakan untuk dinaturalisasi.
Bek Leeds United, Pascal Struijk, akhirnya angkat bicara soal maraknya permintaan suporter Timnas Indonesia agar dirinya dinaturalisasi. Pemain berusia 26 tahun itu mengaku senang dengan perhatian luar biasa dari fans Garuda, namun ia menegaskan fokus utamanya saat ini tetap membela Timnas Belanda.
Dalam wawancara bersama ESPN Belanda, Struijk membahas berbagai hal, mulai dari perjalanan kariernya di Leeds United, duel menghadapi striker Manchester City Erling Haaland, hingga peluang bermain untuk Indonesia.
Ia juga menyinggung kesabarannya menunggu kesempatan dipanggil oleh pelatih Belanda, Ronald Koeman. Struijk diketahui memiliki darah Indonesia dari sang ibu.
- REUTERS/Chris Radburn
Meski demikian, ia belum pernah memperkuat tim nasional di level senior, meskipun pernah membela Belanda U-17 pada 2016. Bek berkaki kidal itu lahir di Deurne, Belgia, pada 11 Agustus 1999.
"Saya senang melihat bagaimana para penggemar di sana dan betapa mereka sangat ingin saya ke sana," ujar Struijk sembari tertawa dinukil dari ESPN Belanda.
Struijk mengaku sering melihat komentar netizen Indonesia di akun media sosialnya. Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
"Itu menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat besar. Semua penggemar yang berkomentar di bawah unggahan Instagram saya, itu cukup lucu," kata Struijk.
- REUTERS/Chris Radburn
Meski tersanjung, bek Leeds United itu menegaskan belum menjadikan opsi membela Timnas Indonesia sebagai prioritas. Ia memilih fokus membantu klubnya bertahan di Premier League musim ini.
"Itu bukan sesuatu yang saya fokuskan. Saya ingin mengakhiri musim ini dengan kuat bersama Leeds United. Kami ingin bertahan di Premier League dan finis setinggi mungkin."
Struijk juga mengungkapkan harapannya bisa mendapat panggilan dari Belanda. Ia menilai konsistensi performa di level tertinggi akan menjadi kunci utama untuk mewujudkan impian tersebut.




