Viral Selebgram Taqy Malik Terancam Ditangkap di Madinah? Dugaan Mark Up Wakaf Al-Qur’an Rp6,6 Miliar!

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Nama hafiz sekaligus pengusaha muda Taqy Malik mendadak jadi buah bibir di jagat maya. Muncul tudingan miring terkait program wakaf Al-Qur’an di Arab Saudi.

Tak main-main, mantan suami Salmafina Sunan ini dituduh melakukan mark up harga hingga Rp6,6 miliar. Bahkan dikabarkan telah masuk dalam radar pencarian aparat kepolisian di Madinah akibat dugaan pelanggaran regulasi setempat.

Kehebohan ini bermula dari unggahan Randy Permana, seorang muthawif yang menetap di Arab Saudi melalui akun Instagram @paparich666. Ia menyoroti harga wakaf mushaf yang dipatok Taqy Malik sebesar Rp330 ribu atau sekitar 80 riyal per mushaf.

Menurut Randy, angka tersebut sangat tidak masuk akal. Pasalnya harga pasar Al-Qur’an di Mekkah maupun Madinah biasanya hanya berkisar antara 20 hingga 30 riyal.

“Nggak pernah nemu harga mushaf di Mekkah Madinah seharga 80 riyal, mau musim haji atau Ramadan sekalipun,” tegas Randy dalam unggahannya.

Warganet pun langsung melakukan kalkulasi kasar. Jika harga asli hanya sekitar Rp110 ribu (25 riyal) dan dijual Rp330 ribu, terdapat selisih keuntungan sebesar Rp220 ribu per mushaf. Dengan klaim distribusi mencapai 30.000 mushaf, potensi keuntungan yang diraup diduga menyentuh angka Rp6,6 miliar.

Isu Laporan Polisi di Madinah

Situasi kian memanas setelah muncul klaim bahwa aktivitas Taqy Malik telah dilaporkan ke pihak berwajib di Arab Saudi. Melalui platform Threads, akun @sioneng999 membagikan potongan pernyataan Randy yang menyebut bahwa laporan terhadap Taqy sudah menumpuk di kepolisian Madinah.

“Jika dia (Taqy) kembali ke Madinah, semua bukti sudah lengkap. Banyak teman-teman yang melapor ke polisi. Insyaallah akan langsung diproses tanpa negosiasi,” ungkap klaim tersebut.

Hal ini memicu spekulasi bahwa sang selebgram kini berstatus “diawasi” oleh otoritas setempat.

Selain soal harga, program wakaf ini disebut berdampak negatif bagi komunitas Indonesia yang bermukim di Saudi. Randy menjelaskan bahwa setelah Taqy menyalurkan sekitar 3.000 mushaf secara masif, aturan pembelian Al-Qur’an bagi penyalur lain menjadi jauh lebih ketat.

Di sisi lain, Taqy Malik dalam kontennya berdalih bahwa harga Rp330 ribu ditetapkan, karena adanya kenaikan harga dari pihak Saudi yang mencapai dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Namun, alasan ini justru makin menuai kritik pedas dari mereka yang memahami kondisi lapangan di tanah suci.

Polemik Penjualan Kiswah Kakbah

Tak berhenti di masalah wakaf, isu penjualan potongan kain Kiswah Kabah oleh Taqy Malik juga turut dikuliti. Randy meragukan keaslian kain yang dijual Taqy karena Kiswah asli merupakan aset negara Kerajaan Arab Saudi yang sangat sulit diperjualbelikan secara bebas.

“Kondisinya terlalu bersih seperti barang pabrikan baru. Kalau bekas menempel di Ka’bah selama setahun, kena panas dan hujan, tidak mungkin se-bening itu,” tambah Randy dengan nada sangsi.

Respons Taqy Malik

Hingga saat ini, Taqy Malik belum memberikan klarifikasi detail secara resmi guna membantah tudingan-tudingan tersebut. Meskipun kolom komentarnya dibanjiri pertanyaan dan kritik dari warganet, ia tampak tetap aktif menjalankan aktivitasnya di media sosial.

Publik kini menanti apakah sang hafiz akan mengeluarkan bukti autentik untuk mematahkan segala tuduhan mark up dan isu hukum yang menyeret namanya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Klasemen Super League Pekan ke-21 Usai Persija Jakarta Gulung Bali United
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahlil: Terobosan Baru Buka Jalan Swasembada Energi
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Akibat Parkir Liar, Dishub DKI Jakarta Rekrut Jukir Jadi Mitra Resmi
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
5 Makanan Ini Paling Disukai Sel Kanker, Banyak Dikonsumsi Warga RI
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tawuran Maut di Makasar Jaktim, Polisi Tangkap 16 Anak
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.