FAJAR, MAKASSAR – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyanjung Erwin Aksa dan Munafri Arifuddin, di hadapan ribuan kader HIPMI.
Hal itu terjadi ketika mereka hadir dalam forum Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI, di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu, 15 Februari.
Dia mengungkapkan terkait peran Erwin Aksa terhadap dirinya, saat masih menjadi Ketua Umum HIPMI. Kata dia, Bahlil juga pernah mendukung Erwin dan Erwin punya peran besar dalam keterpilihannya sebagai Ketua Umum HIPMI.
“Ini biar teman-teman tahu, Pak Erwin Aksa ini dulu ketua umum, saya pengurusnya. Di zamannya Bang Sandi, saya ketua umum di Papua. Terus Munas di Bali, Bang Sandi digantikan Bang Erwin,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan, saat itu dia mendukung Erwin dengan menyumbang lima suara dari Papua. Kata dia, hal itu bisa terulang lagi kali ini, dukungan Papua untuk Amar Ma’ruf Sulaiman.
“Jadi saya sempat dukung Bang Erwin juga, lima suara dari Papua. Sekarang lima suara Papua juga bisa untuk Sulsel sepertinya, tergantung komunikasi, dan olahnya,” lanjutnya.
Kemudian terkait Appi, dia juga mengaku memiliki kedekatan emosional. Sebab saat dirinya memimpin HIPMI, Appi adalah ketua Bidang Kelautan dan Perikanan. Bahkan ketika SDP di Surabaya, Appi didapuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
“Waktu saya Ketum HIPMI, beliau (Appi) adalah Ketua Bidang Kelautan dan Pertanian. Waktu SDP pertama di Surabaya, Pak Appi ketua panitia. (Sekarang) mau calon ketua Golkar sepertinya,” kata dia.
Namun begitu, dia menyampaikan, semua tergantung dengan cara mengolah saja. Sebab kata dia, khususnya di HIPMI, menjelang pencoblosan saja suara bisa berubah, apalagi jika masih jauh.
Ini seolah mengisyaratkan kepada Appi, jika dia memang bersungguh-sungguh ingin menjadi ketua Golkar Sulsel, maka dia harus memastikan penentu suara bisa berpihak pada dirinya, khususnya Bahlil sendiri selaku Ketua Umum.
“Masuk barang ini. Tapi olahan HIPMI belum selesai. Jadi Ketua HIPMI ini tidak mudah, belum coblos saja bisa berubah suara, apalagi masih lama,’ kata dia.
Dia juga menegaskan, bagi siapa saja yang ingin maju sebagai ketua HIPMI, harus sowan kepada Erwin Aksa. Sebab kata dia, Erwin adalah maestro dalam permainan, namun penentu akhir juga tidak boleh dinomorduakan.
“Ketum Erwin itu maestro permainan. Tapi jangan lupa, di ujungnya siapa yang menentukan suara. Waktu saya mau jadi Ketua HIPMI, saya bilang sama Bang Erwin, deadlock lah, supaya tertunda ini, akhirnya tertunda betul dan saya terpilih. Ini barang tergantung olah-olahnya saja,” kata dia. (wid)





