S&P Dow Jones Lanjutkan Rebalancing Saham Indonesia pada Maret 2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Lembaga ini akan tetap melanjutkan penyesuaian (rebalance) kuartalan pada Maret, meskipun penyedia indeks pesaingnya menunda peninjauan mereka.

S&P Dow Jones Lanjutkan Rebalancing Saham Indonesia pada Maret 2026. Foto: Pixabay.

IDXChannel - S&P Dow Jones Indices (DJI) mengatakan pihaknya memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia. Lembaga ini akan tetap melanjutkan penyesuaian (rebalance) kuartalan pada Maret, meskipun penyedia indeks pesaingnya menunda peninjauan mereka.

Melansir Business Times, Senin (16/2/2026), S&P DJI menyatakan mereka memantau perkembangan terbaru, termasuk pedoman baru dari Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Baca Juga:
720 Saham Tercatat Melemah Hari Ini, OJK: Investor Rebalancing Portofolio

Mereka menambahkan bahwa rebalance Maret 2026 akan tetap berjalan berdasarkan “prosedur standar” sesuai metodologi yang berlaku saat ini.

Keputusan ini menjadikan S&P berbeda dari MSCI dan FTSE Russell, yang meningkatkan pengawasan terhadap pasar Indonesia di tengah kekhawatiran kepemilikan saham yang tidak transparan, dinilai dapat membuat porsi free float terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.

Baca Juga:
Tekanan Jual Asing Masih Mengintai, Analis Soroti Rebalancing FTSE

Free float adalah jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar.

Baca Juga:
Rebalancing MSCI Februari 2026: INDF Turun ke Small Cap

Saat ini, regulator tengah memulihkan kredibilitas pasar, terutama setelah MSCI memperingatkan Indonesia berisiko diturunkan klasifikasinya menjadi frontier market. Sentimen investor juga terbebani kekhawatiran penurunan peringkat utang negara.

Analis dari Aletheia Capital, Nirgunan Tiruchelvam, menilai langkah S&P Dow ini memberi sinyal bahwa otoritas Indonesia kemungkinan sedang membuat kemajuan dalam memenuhi tuntutan penyedia indeks.

Sejak gejolak pasar pada Januari, regulator Indonesia telah menjanjikan reformasi untuk meningkatkan transparansi dan likuiditas, termasuk meningkatkan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen, serta memperketat standar keterbukaan informasi. 

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Habiburokhman: Jika Eks Kapolres Bima Terbukti Pidana, Harus Dihukum Lebih Berat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kim Jong-un Resmikan Kawasan Hunian Baru untuk Keluarga Tentara Gugur
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Benarkah Ukuran Organ Intim Pria Bisa Berkurang Seiring Bertambahnya Usia? Ini Faktanya!
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Kisah Norida: 18 Tahun Hidup Miskin di Lombok, Akhirnya Pulang ke Malaysia
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Penertiban Bangunan Liar di Pekuburan Panaikang, Petugas Temukan Kondom dan Botol Lem
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.