Bukan Harley, Ini Motor Touring China Bermesin 2.000 cc dengan Fitur Melimpah

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Industri sepeda motor global kembali diramaikan oleh pabrikan asal Tiongkok yang semakin percaya diri bermain di segmen premium. Jika selama ini merek China identik dengan skutik entry-level atau motor komuter terjangkau, kini mereka mulai merambah kelas cruiser berkapasitas besar yang selama ini identik dengan merek Amerika seperti Harley Davidson.

Terbaru, trio motor cruiser besar X-Wedge resmi diperkenalkan di Malaysia. Model yang diluncurkan terdiri dari Rover RL2000, Rover RL2000S, dan Ranger RX2000 versi 2026. Ketiganya diimpor dan didistribusikan secara resmi oleh MForce Bike Holdings.

Yang langsung mencuri perhatian bukan hanya dimensinya yang gambot atau desainnya yang mewah, melainkan banderol harganya. Ranger RX2000 dipasarkan mulai RM68.888 atau setara sekitar Rp 297 jutaan. Sementara Rover RL2000S dijual RM95.888 (sekitar Rp 413 juta) dan varian tertinggi Rover RL2000 menyentuh RM98.888 atau sekitar Rp 426 juta.

Harga tersebut jelas bukan angka yang bisa dibilang murah untuk motor buatan China. Namun jika melihat spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, pabrikan tampaknya ingin menunjukkan bahwa mereka serius menantang dominasi cruiser mapan.

Dari sisi tampilan, baik Rover maupun Ranger mengusung gaya touring cruiser khas Amerika dengan bodi besar, tangki berotot, serta penggunaan fairing dan pannier pada varian tertentu. Banyak yang menilai siluetnya mengingatkan pada lini touring besar seperti Harley Davidson Ultra Limited.

Menariknya, desain motor ini digarap oleh Kiska, studio desain yang dikenal luas sebagai mitra lama KTM. Sentuhan desain Eropa ini membuat proporsi motor terlihat matang dan tidak terkesan “asal besar”.

Secara visual, beberapa pengamat juga menyebut kemiripannya dengan motor-motor produksi Victory Motorcycles, merek yang dulu berada di bawah naungan Polaris Inc. sebelum dihentikan pada 2017.

Daya tarik utama X-Wedge tentu terletak pada mesinnya. Motor ini dibekali mesin V-twin berkapasitas 1.976 cc yang dikembangkan bersama Polaris dan S&S Cycle.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sekitar 99,2 hp dengan torsi puncak 158 Nm. Angka torsinya sangat besar dan menjadi karakter utama motor cruiser: tarikan kuat sejak putaran rendah.

Tenaga disalurkan melalui transmisi 6-percepatan dengan penggerak sabuk (belt drive). Salah satu fitur yang jarang ditemui di motor pada umumnya adalah kehadiran gigi mundur. Fitur ini sangat membantu mengingat bobot motor mencapai lebih dari 400 kg pada varian tertinggi.

Untuk membantu manuver di ruang sempit atau saat parkir, sistem starter juga bisa difungsikan sebagai assist saat mundur. Fitur ini biasanya hanya tersedia pada motor touring kelas berat.

Rover RL2000S hadir dengan gaya bagger lengkap dengan windshield besar, side skirt kokoh, serta crash bar standar. Motor ini sudah dibekali sistem audio JBL dual speaker, layar TFT hybrid 7 inci yang dapat menampilkan navigasi, serta konektivitas Bluetooth.

Sistem keselamatan dan kenyamanan juga tergolong lengkap, mulai dari ABS dual-channel, sistem pengereman kombinasi, kontrol traksi, tire pressure monitoring system (TPMS), cruise control system (CCS), hingga keyless start.

Tak hanya itu, tersedia dua port USB-A untuk pengisian daya, dashcam depan, serta kompartemen penyimpanan di bagian depan.

Varian tertinggi, Rover RL2000, bahkan dilengkapi sistem audio JBL empat speaker, dashcam depan dan belakang, serta sistem navigasi terintegrasi penuh.

Di sisi lain, Ranger RX2000 tampil lebih minimalis. Meski menggunakan mesin yang sama, varian ini tidak dilengkapi windshield besar, side skirt, sistem hiburan, maupun gigi mundur. Bobotnya pun lebih ringan di angka 340 kg, dibanding RL2000 yang mencapai 440 kg dan RL2000S sekitar 410 kg.

Peluncuran motor cruiser 2.000 cc ini menunjukkan strategi pabrikan China yang tak lagi bermain di segmen harga murah semata. Mereka kini mencoba membangun citra premium dengan kolaborasi global, desain profesional, serta spesifikasi yang kompetitif.

Meski spesifikasinya impresif, tantangan tetap ada. Di Indonesia, pasar motor masih didominasi pabrikan Jepang di segmen volume. Sementara untuk segmen big bike, merek seperti Harley Davidson, BMW Motorrad, hingga Triumph sudah lebih dulu memiliki basis penggemar loyal.

Harga yang mendekati Rp 400 juta juga membuat motor ini masuk kategori premium, bersaing langsung dengan brand global yang reputasinya sudah mapan.

Namun, di Malaysia dan beberapa negara Asia lainnya, distribusi resmi melalui MForce Bike Holdings memberi jaminan layanan purna jual yang lebih terstruktur.

Kehadiran Rover RL2000, RL2000S, dan Ranger RX2000 versi X-Wedge menandai babak baru industri motor China di segmen cruiser besar. Dengan mesin hampir 2.000 cc, desain kelas dunia, serta fitur modern, motor ini jelas tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meski harganya bikin melongo, langkah berani ini menunjukkan ambisi pabrikan Tiongkok untuk bersaing di level global, bukan sekadar menjadi alternatif murah.

Kini, pertanyaannya bukan lagi soal “motor China murah atau tidak”, melainkan apakah konsumen siap menerima merek baru di kelas premium yang selama ini didominasi nama-nama besar dari Amerika dan Eropa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tarif Listrik Terbaru 16–22 Februari 2026 Resmi Berlaku, Pemerintah Pastikan Tidak Naik
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Terungkap Alasan Shayne Pattynama Tak Kunjung Jadi Pemain Utama Persija, Ternyata Ada Faktor Dony Tri Pamungkas
• 13 jam lalubola.com
thumb
Kecelakaan Maut Kontainer di Karawang, Pak Ogah: Sopir Udah Dilarang, tapi Maksa
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Tujuh Emiten Antre IPO Tapi Tak Satu Pun Melantai, Regulasi Jadi Penentu
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pembangunan Huntara di Aceh Dikebut Jelang Ramadan
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.