Sejarah Angpao Imlek, Tradisi Ribuan Tahun yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan berbagai tradisi yang sarat makna. Mulai dari membersihkan rumah sebelum pergantian tahun, menyajikan hidangan simbolis, hingga memberikan persembahan kepada leluhur, semua dilakukan demi menyambut keberuntungan dan kemakmuran. 

Namun, bagi banyak anak di keluarga Asia, ada satu momen yang paling dinanti, yaitu menerima angpao atau amplop merah berisi uang.

Baca Juga :
Begini Merayakan Imlek ala Gen Z
Promo Imlek 2026: Harga Game di Steam Dapat Diskon Besar-besaran

Dalam budaya Tiongkok, amplop merah ini dikenal sebagai hóngbāo (Mandarin) atau lai see (Kanton). Tradisi ini bukan sekadar memberi uang dalam kemasan cantik. "Tindakan memberi dan menerima amplop merah melampaui sekadar transaksi keuangan," kata penulis buku 'Lunar New Year' Sarah Coleman, sebagaimana dikutip dari History, Selasa, 17 Februari 2026.

Angpao sendiri memiliki makna simbolis yang kuat. Warna merah dipilih karena dianggap sebagai warna paling membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi negatif. Biasanya, amplop dihiasi huruf emas serta simbol keberuntungan seperti naga, burung phoenix, dan hewan yang menjadi simbol shio sesuai tahun berjalan.

Jumlah uang di dalam angpao pun tidak sembarangan. Angka genap dianggap membawa hoki, kecuali angka empat karena pelafalannya mirip dengan kata “kematian” dalam bahasa Mandarin. Nominal yang mengandung angka enam (melambangkan kelancaran) dan delapan (simbol kemakmuran) dipercaya membawa keberuntungan lebih besar.

Sebagai ilustrasi, jika seseorang memberikan US$100 atau setara Rp1.680.000 (kurs Rp16.800 per dolar AS), angka tersebut dapat dipilih karena mudah dibagi menjadi nominal genap. Apa pun jumlahnya, uang yang diberikan harus dalam kondisi baru dan rapi, tidak boleh kusut atau kotor.

Sejarah Angpao

Sejarah angpao saat Imlek berakar panjang di Tiongkok kuno. Menurut artikel yang ditulis oleh akademisi studi Asia Timur Ming Gao, konsep dasar hóngbāo dapat ditelusuri hingga Dinasti Han (206 SM–220 M). Pada masa itu, masyarakat mengenakan benda menyerupai koin sebagai jimat pelindung.

Tradisi berkembang pada Dinasti Tang (618–907), ketika koin disebar dan dikumpulkan dalam perayaan musim semi. Pemberian uang kepada anak-anak pada momen khusus mulai populer pada era Dinasti Song dan Yuan (960–1279 dan 1279–1368). Selanjutnya, pada Dinasti Ming dan Qing (1368–1644 dan 1644–1912), uang diikat dengan benang merah sebelum diberikan kepada anak-anak.

Baca Juga :
5 Game Imlek 2026 Gratis yang Bisa Kamu Mainkan, Ada Hadiah Saldo Digital Menanti!
Bolehkah Orang Muslim Mengucapkan Selamat Imlek? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Polda Metro Jaya Ketatkan Pengamanan Imlek 2026, 155 Personel Disiagakan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masih Kecanduan, Ini Tips Sederhana Mengurangi Minuman Beralkohol dalam 6 Minggu
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Prabowo Terbang ke AS Bahas Tarif, Isu Industrialisasi Nasional Harus Diutamakan
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Dekorasi Imlek yang Dipercaya Bawa Keberuntungan
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Seorang Bocah Perempuan di Demak Tewas Diduga Bunuh Diri
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Tegaskan Kabar Temuan Rp920 Miliar dari Penggeledahan Rumah Pejabat Pajak Hoaks
• 31 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.