Pantau - Parlemen Bangladesh resmi dilantik pada Selasa, 17 Februari 2026, yang memastikan Tarique Rahman menjadi perdana menteri baru setelah 297 anggota parlemen terpilih dari Partai Nasionalis Bangladesh dan blok yang dipimpin Jamaat-e-Islami mengucapkan sumpah jabatan.
Para legislator tersebut merupakan hasil pemilu pekan sebelumnya yang menjadi pemilu pertama sejak pemberontakan Juli 2024 yang mengakhiri 15 tahun kekuasaan Partai Liga Awami.
Ketua Komisi Pemilihan Umum, AMM Nasir Uddin, memimpin langsung pengambilan sumpah para anggota parlemen baru di gedung parlemen Dhaka.
Dari total 300 kursi parlemen, pemungutan suara di tiga daerah pemilihan ditunda sehingga belum seluruh kursi terisi.
Sidang Perdana dan Penetapan Perdana MenteriSetelah pelantikan, BNP langsung menggelar sidang parlemen pertamanya untuk menetapkan pimpinan legislatif dan calon perdana menteri.
Dalam sidang tersebut, Tarique Rahman dipilih sebagai pemimpin parlemen dan secara resmi dicalonkan sebagai perdana menteri terpilih dengan dukungan mayoritas anggota.
BNP yang berkoalisi dengan blok Jamaat berhasil meraih mayoritas dua pertiga dengan dukungan 212 anggota parlemen.
Dalam sistem pemerintahan parlementer Bangladesh, perdana menteri terpilih akan dilantik oleh presiden setelah terbukti memperoleh dukungan mayoritas anggota parlemen.
Tarique Rahman bersama sekitar 30 anggota kabinetnya dijadwalkan dilantik pada hari yang sama.
Dinamika Reformasi dan Transisi KekuasaanAnggota parlemen BNP tidak mengambil sumpah terpisah sebagai anggota Dewan Reformasi Konstitusi yang dibentuk berdasarkan referendum yang digelar bersamaan dengan pemilu.
Sebaliknya, anggota dari blok Jamaat mengambil sumpah untuk Dewan Reformasi Konstitusi dan memprotes keputusan BNP tersebut.
Dewan Reformasi Konstitusi dibentuk setelah seluruh partai politik menyepakati Piagam Nasional Juli untuk reformasi yang kemudian disahkan melalui referendum dengan mayoritas suara setuju.
Tarique Rahman yang berusia 60 tahun merupakan putra mendiang mantan perdana menteri Khaleda Zia dan mantan presiden Ziaur Rahman yang kembali ke Bangladesh pada Desember 2025 setelah 17 tahun menjalani pengasingan di Inggris.
Selain 300 kursi hasil pemilu, terdapat 50 kursi khusus perempuan yang akan dialokasikan secara proporsional sesuai perolehan kursi partai setelah sidang parlemen dimulai.
Setelah Tarique Rahman dan kabinetnya dilantik, pemerintahan sementara beranggotakan 20 orang yang dipimpin peraih Nobel Muhammad Yunus akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru.
Pemerintahan sementara tersebut dibentuk pada 8 Agustus 2024 setelah Sheikh Hasina melarikan diri ke India dan melepaskan jabatan di tengah gelombang protes yang menewaskan sekitar 1.400 orang serta melukai ribuan lainnya.
Pemilu pekan lalu menghasilkan pemerintahan terpilih pertama Bangladesh dalam kurun waktu 18 bulan terakhir.




