Grid.ID - Aksi warga Ciamis mengadu ke Dedi Mulyadi mendadak viral di media sosial. Usut punya usut, hal ini dilakukan salah seorang warga karena dirinya tak sanggup membayar mobil desa.
Padahal, saat itu ada dua orang warga lanjut usia (lansia) yang sedang sakit. Dan berniat membantu untuk ke rumah sakit.
Namun lantaran ia tak tak sanggup membayar mobil desa, warga Ciamis itu terpaksa membonceng kedua lansia itu memakai sepeda motor. Alhasil video tersebut menjadi viral di media sosial.
"Pak Dedi, tinggali Pak Dedi, anu bade ka rumah sakit belaan dirempet tiluan, teu sanggem mayar Mobil Desa na awis teuing.
(Pak Dedi, lihat Pak Dedi, ini warga yang akan ke rumah sakit bela-belain dibonceng tiga orang karena tak sanggup membayar Mobil Desa terlalu mahal)," ujar warga Ciamis itu dikutip Grid.ID dari postingan akun TikTok @missalma89.
Setelahnya, terungkap bahwa warga Ciamis yang mengadu ke Dedi Mulyadi itu diketahui bernama Alma. Yang merupakan warga di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Dalam pengakuannya, Alma mengaku terpaksa membawa kedua lansia itu memakai sepeda motor karena jarak desa ke rumah sakit terdekat kira-kira 28 kilometer. Ia juga mengaku terpaksa melakukan hal demikian karena mobil desa menerapkan tarif mahal.
Yakni sekitar Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu. Dan diakui Alma dirinya sudah lama menyimpan perasaan kesal kepada pemerintah di desanya itu yang menurutnya kurang dalam hal melayani masyarakat.
Alhasil, langkah terakhir yang bisa dilakukan Alma yakni mengadu ke Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat untuk mengaudit pemerintah di desanya.
"Coba diaudit ka dieu Pak Dedi, diaudit Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis," imbuh Alma.
Tak berhenti sampai di situ, Alma juga mengaku sudah lelah bersabar. Pasalnya, setiap dirinya melontarkan kritikan, dirinya malah mengalami intimidasi dari oknum aparat di desanya tersebut.
"Abdi tos capek, upami nyarios sok dihakimi Pak Dedi, abdi teh sok disalah-salahkeun (Saya sudah capek jika berbicara malah dihakimi dan disalahkan)," tandas Alma.
Sementara itu, sebelum video warga Ciamis mengadu ke Dedi Mulyadi mendadak viral, sang Gubernur Jawa Barat itu memang pernah meminta warganya sendiri untuk turut mengawasi berbagai proses pembangunan yang ada di wilayah masing-masing.
"Saya sampaikan kepada seluruh warga dipersilakan untuk memantau, mengawasi pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat yang saat ini masif," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Selasa (17/2/2026).
Adapun tujuan Dedi mengatakan hal itu yakni agar warga turut mengawasi. Gubernur Jabar itu bahkan mempersilakan warga memposting jika ada kendala pembangunan tersebut di media sosial.
"Silakan diposting di media sosial, manakala pekerjaan (pembangunan) itu bagus atau pun manakala pekerjaannya jelek," tandas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli




