Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan wisata selama musim liburan melalui Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair 2026.
“Melalui BBWI Travel Fair, kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan wisata di dalam negeri sekaligus mendukung produk-produk kreatif lokal," kata Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kemenpar Masruroh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Masruroh menyampaikan bahwa BBWI Travel Fair 2026 diikuti oleh 29 penjual dari industri pariwisata, pengusaha UMKM, serta peritel nasional.
Baca juga: Menpar sambut baik perayaan dan pawai Imlek di Jakarta
Baca juga: Wamenpar tekankan event sebagai sarana promosi dan pengungkit ekonomi
Para peserta menghadirkan beragam penawaran paket wisata domestik, produk ekonomi kreatif unggulan daerah, aktivasi kampanye #BelanjadiIndonesiaAja, hingga program interaktif yang melibatkan pengunjung secara langsung.
Melalui penyelenggaraan BBWI Travel Fair 2026, Kementerian Pariwisata menegaskan sektor pariwisata domestik tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
Optimalisasi momentum musiman seperti Ramadhan dan Lebaran diharapkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara secara signifikan dan merata.
"Momentum
Ramadhan dan libur Lebaran merupakan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah serta memperluas dampak pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, ajang promosi wisata domestik tersebut terbukti mampu memperkuat kinerja wisata nusantara dengan mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp988.623.135 atau nyaris Rp1 miliar.
Capaian ini menjadi sinyal positif meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan wisata dalam negeri dan produk ekonomi kreatif nasional, khususnya menjelang momentum Ramadhan dan puncak arus mudik Lebaran.
Menurutnya, penguatan wisatawan nusantara menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga ketahanan sektor pariwisata. Dengan mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku industri, pengusaha UMKM, hingga komunitas lokal di berbagai daerah.
Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif Andy Ruswar menekankan komitmennya dalam memperluas akses pasar bagi jenama binaan melalui program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK).
Baca juga: Menpar tinjau kesiapan destinasi wisata di Semarang jelang Imlek
Kementerian Ekonomi Kreatif memfasilitasi keikutsertaan jenama binaan ASIK batch 2, yaitu Mbrebes Mili, Meraki Cipta Rasa, Madu NP, Mustofa Bu Emi, dan Moonbitz, serta satu jenama mitra yaitu Butter Baby untuk memeriahkan ‘Meraya Bersama’. Selain itu, tersedia pula paket bingkisan dari jenama tersebut untuk menyambut Bulan Ramadhan.
Partisipasi jenama kuliner tersebut tidak hanya memperkaya pilihan produk bagi pengunjung, tetapi juga membuka ruang promosi dan perluasan jejaring usaha bagi pengusaha UMKM kuliner.
Integrasi antara promosi wisata dan produk kreatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat nilai tambah pariwisata nasional.
Deputi Marketing & Partnership HIPPINDO, Agung Tianara menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pariwisata dan ritel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Pusat perbelanjaan kini berkembang menjadi destinasi berbasis pengalaman yang menghadirkan interaksi sosial, hiburan, dan etalase produk lokal dalam satu ruang terpadu.
“Mal menjadi meeting point sekaligus etalase bagi produk lokal dan pengusaha UMKM. Kolaborasi ini menghadirkan integrasi antara wisata dan belanja yang memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata dan belanja,” ujarnya.
BBWI Travel Fair merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).
Pameran tahun ini bertemakan “Meraya Bersama” dan digelar pada 13 sampai 15 Februari 2026 di Mosaic Walk, Mal Kota Kasablanka, Jakarta.
Baca juga: BBWI Travel Fair 2026 digelar untuk tingkatkan pariwisata dan ekraf
Baca juga: Kemenpar apresiasi pembukaan rute Taipei–Manado oleh TransNusa
Baca juga: Kemenpar tekankan BBWI sebagai wadah promosi pariwisata
“Melalui BBWI Travel Fair, kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan wisata di dalam negeri sekaligus mendukung produk-produk kreatif lokal," kata Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kemenpar Masruroh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Masruroh menyampaikan bahwa BBWI Travel Fair 2026 diikuti oleh 29 penjual dari industri pariwisata, pengusaha UMKM, serta peritel nasional.
Baca juga: Menpar sambut baik perayaan dan pawai Imlek di Jakarta
Baca juga: Wamenpar tekankan event sebagai sarana promosi dan pengungkit ekonomi
Para peserta menghadirkan beragam penawaran paket wisata domestik, produk ekonomi kreatif unggulan daerah, aktivasi kampanye #BelanjadiIndonesiaAja, hingga program interaktif yang melibatkan pengunjung secara langsung.
Melalui penyelenggaraan BBWI Travel Fair 2026, Kementerian Pariwisata menegaskan sektor pariwisata domestik tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
Optimalisasi momentum musiman seperti Ramadhan dan Lebaran diharapkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara secara signifikan dan merata.
"Momentum
Ramadhan dan libur Lebaran merupakan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah serta memperluas dampak pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, ajang promosi wisata domestik tersebut terbukti mampu memperkuat kinerja wisata nusantara dengan mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp988.623.135 atau nyaris Rp1 miliar.
Capaian ini menjadi sinyal positif meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan wisata dalam negeri dan produk ekonomi kreatif nasional, khususnya menjelang momentum Ramadhan dan puncak arus mudik Lebaran.
Menurutnya, penguatan wisatawan nusantara menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga ketahanan sektor pariwisata. Dengan mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku industri, pengusaha UMKM, hingga komunitas lokal di berbagai daerah.
Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif Andy Ruswar menekankan komitmennya dalam memperluas akses pasar bagi jenama binaan melalui program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK).
Baca juga: Menpar tinjau kesiapan destinasi wisata di Semarang jelang Imlek
Kementerian Ekonomi Kreatif memfasilitasi keikutsertaan jenama binaan ASIK batch 2, yaitu Mbrebes Mili, Meraki Cipta Rasa, Madu NP, Mustofa Bu Emi, dan Moonbitz, serta satu jenama mitra yaitu Butter Baby untuk memeriahkan ‘Meraya Bersama’. Selain itu, tersedia pula paket bingkisan dari jenama tersebut untuk menyambut Bulan Ramadhan.
Partisipasi jenama kuliner tersebut tidak hanya memperkaya pilihan produk bagi pengunjung, tetapi juga membuka ruang promosi dan perluasan jejaring usaha bagi pengusaha UMKM kuliner.
Integrasi antara promosi wisata dan produk kreatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat nilai tambah pariwisata nasional.
Deputi Marketing & Partnership HIPPINDO, Agung Tianara menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pariwisata dan ritel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Pusat perbelanjaan kini berkembang menjadi destinasi berbasis pengalaman yang menghadirkan interaksi sosial, hiburan, dan etalase produk lokal dalam satu ruang terpadu.
“Mal menjadi meeting point sekaligus etalase bagi produk lokal dan pengusaha UMKM. Kolaborasi ini menghadirkan integrasi antara wisata dan belanja yang memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata dan belanja,” ujarnya.
BBWI Travel Fair merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).
Pameran tahun ini bertemakan “Meraya Bersama” dan digelar pada 13 sampai 15 Februari 2026 di Mosaic Walk, Mal Kota Kasablanka, Jakarta.
Baca juga: BBWI Travel Fair 2026 digelar untuk tingkatkan pariwisata dan ekraf
Baca juga: Kemenpar apresiasi pembukaan rute Taipei–Manado oleh TransNusa
Baca juga: Kemenpar tekankan BBWI sebagai wadah promosi pariwisata





