FAJAR, JEPARA – Manajemen Persijap Jepara lakukan “tukar guling”. Resmi mengumumkan pertukaran posisi krusial dalam tim jelang laga kontra Persebaya Surabaya.
Jabatan pelatih kepala yang sebelumnya diisi Divaldo Alves kini beralih tangan ke sosok Mario Lemos. Ini strategi rahasia, atau tanda panik karena berada di zona merah?
Perubahan struktur ini tergolong unik, karena kedua sosok tersebut hanya bertukar kursi. Divaldo Alves kini mengemban tugas sebagai Direktur Teknik, sementara Mario Lemos kembali dipercaya menakhodai tim sebagai pelatih kepala.
Bagi Lemos, posisi ini bukanlah hal baru. Pelatih asal Portugal tersebut sebenarnya memulai musim sebagai pelatih utama sebelum sempat diberhentikan pada November lalu.
Setelah sempat menjabat Direktur Teknik sejak Desember, kini ia kembali memegang kendali penuh di pinggir lapangan.
Manajer Persijap, Egat Sacawijaya, menegaskan bahwa keputusan ini bukan diambil karena kepanikan, melainkan demi kesinambungan klub. Menurutnya, pertukaran posisi ini sudah disesuaikan dengan keahlian individu masing-masing.
“Ini bukan sekadar perubahan, melainkan tentang kesinambungan dan penguatan struktur yang sudah kami rancang sejak awal,” ujar Egat dalam keterangan resminya.
Manajemen percaya bahwa kepemimpinan Mario Lemos dan fondasi teknis dari Divaldo Alves akan menciptakan struktur yang lebih solid.
Targetnya jelas: tidak hanya sekadar bertahan di kasta tertinggi, tetapi juga membangun identitas klub yang profesional bagi masyarakat Jepara.
Ujian Berat Melawan Persebaya
Efektivitas dari perubahan ini akan langsung diuji pada Sabtu (21/2) besok di Stadion Gelora Bumi Kartini. Lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan, yakni raksasa asal Jawa Timur, Persebaya Surabaya.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang dengan misi terluka. Skuad asuhan Bernardo Tavares baru saja memutus rekor impresif 13 laga tak terkalahkan setelah tumbang 1-2 dari Bhayangkara FC pekan lalu.
Keduanya beda misi. Persijap berjuang keluar dari zona merah dengan struktur kepelatihan baru.
Sedangkan Persebaya bertekad bangkit dan mencari pelampiasan poin di Jepara.
Duel Sabtu (21/2/2026) ini diprediksi akan berlangsung sengit. Persijap membutuhkan poin penuh untuk menjaga asa bertahan di liga, sementara tim tamu tidak ingin kehilangan momentum di papan atas klasemen. (*)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F12%2F20%2F447cd531-bea9-4cf7-ac91-21167a2ed0fb.jpeg)
