DPR RI meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Haji dan Umrah untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026 sebaik mungkin. Termasuk dalam melayani jemaah saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut, pihaknya menaruh perhatian khusus mengenai pelayanan akomodasi hingga kesehatan di Armuzna tersebut.
"DPR RI memberi perhatian terhadap kualitas layanan jemaah haji agar semakin baik terutama pelayanan, akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina," kata Puan dalam Rapat Paripurna di DPR RI, Kamis (19/2).
Selain itu, Puan juga meminta agar Kemenhaj menyusun rencana mitigasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan saat puncak haji di Armuzna.
"Pemerintah agar menyusun rencana mitigasi untuk mengantisipasi keadaan darurat yang dapat mengganggu pelayanan jemaah haji," kata Puan.
Pada musim haji kali ini, ada 221 ribu jemaah asal Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji ke Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah melakukan pengetatan dan perbaikan pelayanan haji yang difokuskan untuk layanan ramah lansia dan disabilitas.





