Jaga Okupansi Hotel selama Ramadan, PHRI DIY Targetkan Kunjungan Wisman

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Wakil Ketua PHRI DIY Bidang Promosi dan Event, Muhtar Habibi, mengatakan hal tersebut dilakukan untuk menjaga tingkat hunian hotel di Yogyakarta selama Ramadan 1447 H.

"Ada beberapa yang dari luar sudah masuk sebenarnya, tetapi belum begitu signifikan," ujar Muhtar seperti dikutip dari Antara.

Menurut Habibi, wisatawan mancanegara yang saat ini mulai masuk ke DIY terutama berasal dari Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Namun, jumlahnya belum cukup menahan penurunan okupansi hotel pada awal Ramadan.

"Sebagian besar dari Asia Tenggara. Mungkin yang banyak selama puasa ini dari Malaysia, Singapura, sama Thailand," tutur Habibi.

Tingkat Okupansi Hotel di DIY

Habibi mengakui tingkat hunian atau okupansi hotel di DIY mulai turun memasuki awal Ramadan meski sempat berada di kisaran rata-rata 65 persen pada periode 1-16 Februari 2026.

Menurut dia, okupansi diperkirakan berada di bawah 15 persen selama beberapa hari ke depan, bahkan sebagian hotel diperkirakan mencatat hunian di bawah 10 persen, seperti yang kerap terjadi pada awal puasa dalam beberapa tahun terakhir.

"Itu sudah terjadi lima tahunan ini. Awal puasa kita itu pasti 'low'," ujar Habibi.

Untuk menahan penurunan tersebut, Habibi mengatakan hotel-hotel anggota PHRI DIY juga menyiapkan berbagai promo Ramadan hingga penurunan tarif kamar. Selain itu, pengelola hotel juga melakukan efisiensi operasional sembari bersiap menyambut periode "high season" Lebaran.

Habibi menyebut tidak ada aturan baku terkait batas bawah penurunan tarif kamar karena setiap hotel dinilai telah memiliki pola penghitungan masing-masing menyesuaikan pasar dan platform penjualan daring.

"Kalau aturan-aturan baku sih sebenarnya belum ada. Monggo sendiri-sendiri, karena memang bisnisnya masing-masing," kata Habibi.

Selain promo kamar, Habibi menambahkan sebagian hotel juga mengandalkan program "food and beverage" (F&B), terutama paket berbuka puasa.

Namun, peningkatan penjualan paket buka bersama tahun ini dinilainya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya karena semakin banyak hotel yang menawarkan program serupa. Saat ini, total hotel anggota PHRI DIY tercatat sekitar 479 unit, terdiri atas hotel berbintang, nonbintang, serta restoran.

Habibi berharap kebijakan pemerintah terkait diskon tarif transportasi umum serta rencana penerapan "work from anywhere" (WFA) bagi ASN dan sebagian karyawan swasta menjelang Lebaran 2026 mampu membantu mengerek kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.

"Semoga ya, dengan diskon itu akan menambah jumlah wisatawan karena yang awalnya enggak pulang, karena transportasi murah jadi pulang," ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilot Pesawat Kargo Pelita Air yang Jatuh di Kalimantan Meninggal
• 2 jam laludisway.id
thumb
Reformasi SDM Kejaksaan Berbuah Peningkatan Kepercayaan Publik, ST Burhanuddin Akui Masih Ada Jaksa Terjaring OTT
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Rekomendasi Menu Sahur Sat-Set, Resep Daging Sapi Lada Hitam ala Shireen Sungkar, Pakai Daging Sultan Favorit Teuku Wisnu
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Polisi Panggil Pengelola Gudang Pestisida Terbakar yang Cemari Sungai Cisadane
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Ponsel Pedagang di Dandangan Kudus Dirampas lalu Disita Panitia, Polisi Usut
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.