Guru SLB Negeri di Yogyakarta Diduga Lecehkan Siswi Berkebutuhan Khusus, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Yogyakarta, tvOnenews.com - Seorang guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di wilayah Yogyakarta dilaporkan ke aparat penegak hukum atas dugaan pelecehan seksual terhadap siswinya.

Didampingi kuasa hukumnya, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Yogyakarta, Jumat (20/2/2026). Pelaporan ini demi sang anak mendapatkan keadilan dan perlindungan.

"Pelaporan hari ini berkaitan adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru SLB di Yogyakarta. Sekarang ini, korban masih dalam proses penanganan oleh Penyidik PPA," kata Hilmi Miftazen, Kuasa Hukum korban kepada awak media disela pelaporan. 

Hilmi mengatakan, kasus ini dialami oleh seorang siswi SLB Negeri di Yogyakarta. Korban merupakan penyandang disabilitas kelahiran tahun 2009.

Pelaku diketahui inisial IM yang merupakan guru di SLB tersebut. Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya.

"Awalnya, korban cerita ke orang tuanya namun belum detail. Cerita itu sekitar bulan yang lalu," ucapnya.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, kata Hilmi, peristiwa tak senonoh yang dilakukan oleh oknum guru SLB terhadap korban sekitar November 2025 lalu.

Hanya saja, Hilmi belum mengetahui secara pasti berapa kali terduga pelaku melakukan pelecehan seksual kepada korban karena masih dalam pendampingan oleh penyidik PPA Polresta Yogyakarta. Demikian pula terkait lokasi pasti perbuatan tak senonoh tersebut.

"(Berapa kali) Kita belum tahu pastinya. Pengakuannya (korban) itu memang beberapa kali, cuma beberapa kalinya kita belum tahu. Ini lagi digali faktanya oleh penyidik PPA," ungkapnya.

"(Lokasi pelecehan) Itu juga belum tahu pastinya, sementara keterangan dari korban ada yang di ruang kelas, ada yang di luar. Karena kalau berkebutuhan khusus itu kan misalnya ketika hujan dia tidak berangkat, tapi korban sangat rajin, jadi dia berangkat dan posisi disitu ada satu orang mungkin disitulah terjadinya (pelecehan seksual)," sambung Hilmi.

Oleh sebab itu, Hilmi menilai tindakan yang dilakukan oleh oknum guru SLB terhadap kliennya disebut kurang etis mengingat korban merupakan penyandang disabilitas.

"Menurut kami itu hal yang menjijikkan, karena anak itu kan butuh hak pendidikan. Adanya kejadian ini kita sangat kecewa sebenarnya karena pelakunya oknum guru dan korbannya adalah murid di salah satu sekolah luar biasa di Yogyakarta," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sunsetquay CPI Spot Baru Ngabuburit di Makassar
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Polisi Gadungan Pakai Pistol Mainan di Depok, Palak Warga Rp 2.000-5.000
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Begini Upaya Memperkuat Pembangunan Ekonomi Desa
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekonom Nilai Tarif Resiprokal AS Dapat Dimanfaatkan sebagai Instrumen Negosiasi Dagang
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Kementerian Perindustrian Dorong Produksi Pick-up Nasional
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.