Pemerintah Siap Impor BBM Kecuali Jenis Solar

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Washington, D.C., Amerika Serikat (AS) memperkuat ketahanan energi nasional melalui kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya. 

Sebagaimana diketahui, kesepakatan tarif dagang itu telah ditandatangani Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Prabowo Subianto secara resmi dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

BACA JUGA:Weight Loss Berhasil hingga 19 Kg Lewat Metode Cerdas dari LIGHTweight Challenge

BACA JUGA:Klaim Bonus Saldo DANA Gratis Rp165.000 Hari Ini dari Game Penghasil Uang Favorit, Caranya Mudah Banget!

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS. 

Dalam perjanjian yang diberi judul "Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance" ini komoditas migas yang diimpor adalah minyak mentah atau crude, liquefied petroleum gas (LPG), dan produk BBM.

Kepentingan BBM menjadi salah satu bentuk kerjasama Indonesia dengan AS yang sudah disepakati. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto bersama dengan Menteri ESDM bagian dari tindaklanjut dari kesepakatan sebelumnya.

BACA JUGA:Kejagung Geledah Sejumlah Tempat Terkait Kasus Pome, Mobil Mewah Ikut Disita!

BACA JUGA:Kawan Indonesia: Tak Masalah TNI Dilibatkan di Berbagai Sektor, Prajurit Bukan Hanya Berperang!

"Sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan dengan Amerika Serikat, ini kan dalam rangka menyeimbangkan tarif perdagangan dua-dua pihak ya, dan akhirnya memang kita harus bersepakat untuk membeli BBM dari Amerika," ujar Dwi Anggia saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurutnya,  upaya ini termasuk bentuk  konsistensi dalam komitmen Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060. 

Salah satunya melalui penguatan bauran energi yang lebih beragam, efisien, dan berkelanjutan. Pemerintah memastikan bahwa setiap kebijakan dan kerja sama yang dibangun tetap mengedepankan kedaulatan energi serta kepentingan rakyat Indonesia.

BACA JUGA:Setelah UU HAM, Natalius Pigai Targetkan Revisi UU Pengadilan HAM Rampung 2027

BACA JUGA:Service Spesial Motor Tersayang, AHASS Beri Diskon Jasa Servis Motor Matik

Meski demikian, ia memastikan kebijakan tersebut tidak mengganggu agenda besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadan di Masjid Agung Kudus, Tempat Favorit Nostalgia Buka Bersama
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Skincare Memanas, Richard Lee Hormati Proses Hukum
• 19 jam lalueranasional.com
thumb
Megawati Soekarnoputri, Diplomasi Intelektual Perempuan di Timur Tengah
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Hanya 36,72% Rumah Ibadah di Banten Bersertifikat, BPN Dorong Percepatan
• 3 jam laludetik.com
thumb
Kritik PT Semen Padang, COO Danantara Dony Oskaria: Direksi Harus Punya Visi Jelas
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.