Setahun Pramono-Rano, Penanganan Banjir hingga Macet Belum Tuntas

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku masih ada pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai termasuk janji mengatasi banjir dan macet.

"Memang persoalan-persoalan dasar masih ada, kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini," kata Pramono di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).

Ia juga menyinggung janji kenaikan insentif untuk pengurus RT/RW yang belum terealisasi. Menurutnya, pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat dalam APBD tahun 2026 sebesar Rp15 triliun mempersempit ruang gerak Pemprov DKI dalam mengalokasikan anggaran.

Baca juga : Buka Rute Baru Transjabodetabek, Pramono : Blok M – Soekarno-Hatta Beroperasi Pekan Depan

"Yang belum adalah yang saya janjikan pada waktu itu, hal yang berkaitan dengan insentif untuk RT/RW. Karena kemarin dana kita kan DBH-nya dipotong 15 triliun, ruang fiskalnya menjadi sempit. Tetapi saya akan tetap menindaklanjuti itu dalam waktunya segera akan kita inikan," tutur dia.

Selain itu, Pramono mengakui janjinya untuk melakukan pemasangan CCTV di tiap RT/RW juga belum terrealisasi. Pramono berjanji akan mulai melaksanakannya pada tahun ini. 

"Program itu akan kami lanjutkan, mudah-mudahan dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama sebenarnya untuk transportasi," ucapnya.

Baca juga : Normalisasi Kali Cakung Lama, Pramono : Bakal Lebar 15 Meter 

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut dari 40 program yang dicanangkan, sekitar 97 persen telah selesai. Tersisa tiga poin yang memerlukan waktu lebih panjang.

Ia menegaskan, APBD 2026 menjadi pijakan awal untuk menyusun program lanjutan. Ada tiga masalah besar yang menjadi fokus utama, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

Untuk penanggulangan banjir, Pemprov mulai melakukan pembebasan lahan di sejumlah titik di bantaran Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung untuk pelaksanaan normalisasi sungai

"Untuk itu, saya berharap masyarakat Ciliwung yang terkena, kita bisa bekerjasama. Artinya, kalau kita gak bisa bekerjasama, sulit bagi kita untuk bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta," ucap Rano

Soal kemacetan, Rano menyinggung perluasan layanan Transjabodetabek sebagai solusi, mengingat penambahan jalan dinilai tak lagi memungkinkan. 

Saat ini, Pemprov DKI telah mengoperasikan tujuh rute Transjabodetabek dan akan meresmikan satu rute baru, yakni Blok M-Bandara Soekarno Hatta dalam waktu dekat.

Adapun terkait pengentasan kemiskinan, ia menekankan berbagai program subsidi atau bantuan sosial, serta layanan transportasi gratis untuk 15 golongan masyarakat tetap berjalan meski membutuhkan anggaran yang besar.

"Jadi artinya saya sangat yakin, di tahun kedua ini kami sudah mempunyai program. Apa yang akan kita lakukan? Tentu program itu kita lakukan tahun per tahun. Walaupun periode kita 5 tahun. Nah kemudian baru kita bisa evaluasi setelah saat kita selesai," imbuhnya. (H-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Kajari HSU Gugat Praperadilan KPK, Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
FPCI ajukan lima rekomendasi percepatan PLTS 100 GW
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Mabes Polri Memohon Maaf Atas Tewasnya Pelajar di Maluku Akibat Dianiaya Anggota Brimob
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Takut Penuh Jelang Maghrib, Pemburu Takjil Serbu Blok M Sejak Sore
• 3 jam lalukompas.com
thumb
MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS, Minta Masyarakat Hindari Produk Tak Halal
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.