Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) atau KB Bank akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Maret 2026. Perubahan pengurus menjadi salah satu agenda yang bakal dibahas dalam rapat.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen KB Bank mengungkapkan bahwa RUPSLB akan digelar pada Kamis (12/3/2026) pukul 09.30 WIB hingga selesai, tepatnya di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan.
“Direksi PT Bank KB Indonesia Tbk. dengan ini mengundang Para Pemegang Saham Perseroan untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan diselenggarakan secara fisik dan elektronik dengan aplikasi Electronic General Meeting System KSEI,” tulis manajemen dikutip pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam rapat tersebut Perseroan akan membahas dan meminta persetujuan pemegang saham atas dua agenda utama. Pertama, KB Bank akan meminta persetujuan atas pengkinian Laporan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) 2025 untuk periode November 2025 hingga 2026.
Manajemen menuturkan, Perseroan mengusulkan agenda ini sebagai tindak lanjut atas ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 5/2024 tentang Penetapan Status Pengawasan, khususnya Pasal 43 ayat (1) dan ayat (2) terkait perubahan trigger level. Sesuai Pasal 43 ayat (3), pengkinian Recovery Plan tersebut wajib memperoleh persetujuan melalui RUPS.
Kedua, KB Bank akan meminta persetujuan atas perubahan susunan pengurus. Agenda ini diajukan untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik juncto POJK No. 17/2023, serta menyesuaikan dengan sejumlah pasal dalam Anggaran Dasar Perseroan yang mengatur mekanisme pengangkatan dan perubahan pengurus.
Baca Juga
- Diam-diam Kembali Tampung Saham KB Bank (BBKP)
- Motor Pendorong Saham Bank Mini: AMAR, BBKP Cs Ungguli Big Banks Awal 2026
- KB Bank (BBKP) Terus Bereskan Kredit Macet Warisan Era Lama, Begini Updatenya
Hingga kuartal III/2025, KB Bank membukukan laba bersih non konsolidasi sebesar Rp265 miliar, berbalik arah dari posisi rugi Rp2,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kredit menjadi salah satu pendorong utama kinerja positif tersebut. Hingga akhir September 2025, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,32 triliun, meningkat 10,83% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp39,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) KB Bank tumbuh kuat sebesar 14,48% YoY, didorong oleh peningkatan signifikan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 38,02% YoY. Pertumbuhan CASA memperkuat struktur pendanaan dan efisiensi biaya dana, sekaligus mendukung stabilitas net interest margin (NIM) di tengah kondisi pasar yang dinamis.




