JAKARTA — Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan lebih banyak sistem rudal berteknologi tinggi ke Filipina untuk membantu mencegah agresi Tiongkok di Laut Cina Selatan, demikian diwartakan. Rencana ini akan semakin meningkatkan ketegangan dengan Tiongkok di kawasan tersebut.
Beijing berulang kali menyatakan kekhawatiran atas pemasangan sistem rudal jarak menengah AS yang disebut Typhon di Filipina utara pada 2024, serta peluncur rudal anti-kapal tahun lalu. Dikatakan bahwa senjata AS tersebut bertujuan membendung kebangkitan Tiongkok dan memperingatkan bahwa hal ini merupakan ancaman bagi stabilitas regional.
Tiongkok telah meminta Filipina menarik peluncur rudal dari wilayahnya, tetapi para pejabat yang dipimpin Presiden Ferdinand Marcos Jr. menolak permintaan tersebut.
Para pejabat AS dan Filipina mengadakan pembicaraan tahunan pada Senin (16/2/2026) di Manila mengenai perluasan keterlibatan keamanan, politik, dan ekonomi, serta peningkatan kerja sama dengan sekutu keamanan regional.



