Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren di wilayah Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda safari selama 15 hari dari jawa barat hingga madura.
Adapun kegiatan ini juga bukan hanya diisi dengan silaturahmi ke berbagai pesantren tapi juga disertai kegiatan sosial dan konsolidasi partai. Kunjungan diawali di Pesantren Al Maghfiroh, Bekasi, yang dihadiri oleh Pengurus DPP Partai NasDem beserta jajaran, DPW Partai NasDem Jawa Barat, jajaran DPD dan DPC Kabupaten Bekasi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, serta Anggota DPRD Kabupaten dan Kota Bekasi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren An-Nihayah, Karawang. Pada agenda tersebut, turut hadir Wakil Bupati Karawang, Maslani serta jajaran struktur Partai NasDem dari tingkat pusat hingga daerah.
Dalam setiap kesempatan, Saan menegaskan bahwa kunjungan ke pesantren bukan sekadar agenda simbolik, melainkan bentuk penghormatan terhadap institusi yang memiliki kontribusi historis dan strategis dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, pesantren, para kyai, dan santri telah menjadi bagian penting dalam proses perjuangan kemerdekaan Indonesia. Banyak tokoh nasional dan pendiri bangsa lahir dari lingkungan pesantren, yang menunjukkan kuatnya peran institusi ini dalam membangun fondasi negara.
Namun kontribusi pesantren tidak berhenti pada fase perjuangan. Dalam konteks kekinian, pesantren terus mengisi kemerdekaan melalui pendidikan. Saan menilai pesantren memiliki keunggulan karena memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan moral dan akhlak.
"Di tengah era digital dan keterbukaan informasi seperti sekarang, kita tidak mungkin menutup akses teknologi. Yang harus diperkuat adalah akhlak. Jika moral dan karakter sudah tertanam kuat, generasi muda akan mampu menyaring informasi secara bijak," ujar Saan dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Ia menekankan bahwa kualitas akhlak generasi muda menjadi variabel penting dalam menentukan masa depan bangsa. Pendidikan, menurutnya, bukan hanya instrumen peningkatan kapasitas individu, tetapi juga sarana strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan.
"Anak-anak hari ini adalah wajah masa depan bangsa. Jika mereka tumbuh dengan akhlakul karimah dan pendidikan yang baik, maka kemajuan dan kesejahteraan bangsa akan mengikuti," tambahnya.
Sementara itu, peresmian gedung di Pesantren An-Nihayah Karawang menjadi simbol dukungan terhadap penguatan ekosistem pendidikan berbasis keagamaan. Safari Ramadan ini diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan pesantren sebagau upaya dalam membangun generasi yang berkarakter dan berdaya saing.
Melalui rangkaian kunjungan ini, Saan Mustopa menegaskan kembali bahwa pesantren tetap relevan sebagai pilar moral, pusat pendidikan, dan penjaga nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman.
(prf/ega)





