CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini kini dibayangi situasi darurat hanya beberapa bulan sebelum kick-off.
Situasi genting dipicu setelah pasukan militer Meksiko pada Minggu (22/2) menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes, alias "El Mencho", pendiri sekaligus pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco.
Diketahui, Meksiko akan menjadi tuan rumah 13 laga di tiga kota: Guadalajara, Mexico City, dan Monterrey, termasuk laga pembuka di Mexico City pada 11 Juni 2026.
Namun, memamasnya situasi antara militer dan kartel tersebut memicu kekhawatiran keamanan besar di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Persiapan menyambut pesta sepak bola dunia di Kota Guadalaraja berubah mencekam setelah tewasnya El Mencho.
Aksi balasan dari kelompok El Mancho pun pecah. Sejumlah kendaraan dilaporkan dibakar di berbagai titik, membuat situasi keamanan di Meksiko semakin memanas.
Dikutip dari ANTARA, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin (23/2) meminta masyarakat di negara itu untuk tetap tenang.
"Ada koordinasi penuh dengan pemerintah semua negara bagian; kita harus tetap terinformasi dan tenang," kata Sheinbaum di platform X, seraya menambahkan aktivitas berjalan normal di sebagian besar wilayah negara itu.
Ia mengakui adanya kerusuhan pasca-operasi dan merujuk laporan Kementerian Pertahanan tentang "berbagai blokade dan reaksi lain."
"Kami bekerja setiap hari demi perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko," kata Sheinbaum.




