TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Orangtua murid di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan kondisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berbau dan berlendir.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/2/2026). Saat itu, salah satu orangtua murid, Risa (bukan nama sebenarnya), mengambil MBG milik anaknya di sekolah.
Menu yang dibawa pulang yakni dua buah siomay yang dibungkus dalam mika dan satu bakpao kecil isi coklat yang dibungkus dengan plastik.
"Ya kan awalnya aku nyoba nih ditempat tunggu orangtua karena anak saya kan belum keluar dari kelasnya. Terus pas saya buka, saya cium tuh aromanya itu bau banget, terus juga lengket," ujar Risa saat ditemui Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Tak hanya berbau dan berlendir, Risa menyebut, bakpao yang diberikan juga teksturnya keras dan rasanya asam.
Baca juga: MBG dan Kopdes Merah Putih Jadi Atensi untuk Mitigasi Risiko Korupsi
“Bakpaonya agak keras, tekstur rotinya kayak bakpao lama. Rasanya agak asam walau enggak terlalu, pokoknya kayak enggak layak dimakan,” jelas dia.
Mengetahui hal itu, Risa kemudian mengecek kondisi MBG ke orangtua murid lain yang saat itu juga hadir ke sekolah. Ternyata, hasilnya sama, siomay dan bakpao MBG yang mereka dapat berbau dan berlendir.
Para orangtua lantas melapor ke koordinator kelas (korlas) yang kemudian diteruskan ke komite. Namun tidak ada jawaban.
"Semua ortu dari kelas 1-6, kita komplain lewat grup ke korlas, terus dilanjutin ke komite, tapi belum ada balasan," kata Risa.
Kondisi serupa juga dikeluhkan oleh orangtua murid lainnya, Manto (49). Ia mengatakan, kualitas menu MBG justru menurun selama bulan Ramadhan.
Padahal, sebelum Ramadhan, menu yang diterima anak-anak dinilai masih cukup baik.
"Sebelum puasa menunya ada susu, makan, masih mendingan. Tapi puasa ini menunya amburadul, entah dari dapurnya atau bagaimana,” kata Manto.
“Kemarin dapat cilok dan bakpao, tapi ciloknya sudah berlendir dan bakpaonya keras. Itu sebetulnya tidak layak karena sudah lendir,” jelas dia.
Manto pun membuang makanan tersebut demi keselamatan anaknya. Ia bersyukur saat itu anak-anak sedang berpuasa sehingga makanan tidak langsung dikonsumsi.