Bisnis.com, JAKARTA - Puasa Ramadan adalah ibadah wajib yang dijalankan umat Islam selama satu bulan penuh. Ibadah ini tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Karena itu, mengetahui jadwal imsak dan waktu berbuka puasa menjadi hal krusial agar pelaksanaan ibadah berjalan tepat waktu.
Waktu imsak berfungsi sebagai pengingat batas akhir makan sahur sebelum masuk waktu Subuh. Sementara itu, azan Magrib menjadi tanda bahwa puasa boleh dibatalkan. Umat Islam bahkan dianjurkan untuk segera berbuka ketika azan Magrib berkumandang tanpa menunda-nundanya.
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Semarang 24 Februari 2026Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Jakarta pada 24 Februari 2026:
- Imsak: 04.17 WIB
- Subuh: 04.27 WIB
- Dzuhur: 11:55 WIB
- Ashar: 15.01 WIB
- Maghrib (Buka Puasa): 18.03 WIB
- Isya: 19.12 WIB
Dengan berpedoman pada jadwal resmi sesuai domisili masing-masing, umat Muslim dapat menjalankan puasa dengan lebih disiplin dan khusyuk. Pastikan untuk selalu memantau pembaruan jadwal setiap hari agar tidak terlewat waktu sahur maupun berbuka. Cek selengkapnya jadwal imsak dan buka puasa terbaru melalui halaman jadwal imsakiyah Bisnis.com.
Jadwal Puasa Ramadan 1447 H Semarang
Doa Berbuka PuasaDalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, terdapat doa berbuka puasa sebagai berikut:
Baca Juga
- Jam Operasional Kantor Imigrasi Selama Ramadan 2026, Simak Bagi yang Mau Buat Paspor
- Penyebab Kenaikan Harga Cabai di Jatim Awal Ramadan 2026
- Jadwal Operasional Kantor Cabang BSI dan BNI Selama Ramadan 2026
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan telah tetap pahala, insya Allah."
Selain itu, dalam Kitab Fathul Mu'in dijelaskan bahwa dianjurkan membaca doa setelah berbuka sebagaimana diriwayatkan oleh Mu'adz bin Zuhrah. Sedangkan dalam riwayat Abdullah bin Umar, terdapat tambahan doa ketika berbuka dengan air:
وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.
Artinya: "Disunnahkan membaca doa setelah berbuka: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu. Dan bagi yang berbuka dengan air, ditambahkan: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah."
Niat Puasa RamadanAdapun bacaan niat puasa Ramadan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadana hadzihis sanati lillahi ta‘ala
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala."
Lafal niat tersebut dikutip dari Kitab Minhajut Thalibin dan Perukunan Melayu. Secara tata bahasa, kata ramadana dibaca khafadh karena berkedudukan sebagai mudhaf ilaihi, sedangkan kata sanati berharakat kasrah sebagai tanda jarr (khafadh).
Langkah-Langkah Sederhana Mengakhiri Puasa RamadanDalam menjalankan puasa Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk menutupnya dengan berbagai amalan yang bernilai pahala. Bulan suci ini menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas keimanan.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an. Selain mendatangkan pahala, membaca Al-Qur’an juga menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadan, karena di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Selain itu, puasa Ramadan juga dapat diakhiri dengan memperbanyak sedekah. Bersedekah bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Di bulan Ramadan, pahala sedekah dilipatgandakan bagi orang-orang yang melakukannya dengan penuh keikhlasan.
Tidak kalah penting, seseorang hendaknya menjaga diri dari hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai puasa. Segala sesuatu yang dapat mengurangi pahala atau bahkan membatalkan puasa perlu dihindari agar ibadah tetap terjaga dan sempurna hingga waktu berbuka.
Terakhir, umat Muslim dianjurkan untuk menyegerakan berbuka ketika waktu Magrib telah tiba. Menyegerakan berbuka merupakan sunnah Rasulullah SAW, sebagaimana sabdanya, “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.” Hal ini menunjukkan bahwa berbuka di awal waktu adalah amalan yang dianjurkan.
Pada akhirnya, setiap ibadah di bulan Ramadan hendaknya dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan dari manusia. Baik infak maupun sedekah memiliki nilai dan makna penting dalam kehidupan beragama, serta menjadi jalan untuk meraih pahala yang besar di sisi Allah SWT.
Dengan memahami jadwal imsak dan waktu berbuka, serta mengamalkan doa dan niat puasa dengan benar, diharapkan ibadah Ramadan dapat dijalankan secara optimal, tertib, dan penuh keberkahan.





