JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, mengkritik rencana impor 105 Ribu mobil pikap asal India yang dinisiasi Agrinas untuk Kopdes Merah Putih
Said menilai berpotensi mengancam kelangsungan kerja puluhan ribu buruh di industri otomotif nasional.
BACA JUGA:1.819 Produk Indonesia Bebas Imbas Tarif Global 15%, Ini Kata Pakar
BACA JUGA:Kinerja Solid Satu Dekade, Tugu Insurance Pertahankan Predikat Excellent dari AM Best
Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa sejumlah anggota KSPI di perusahaan produsen mobil telah menyampaikan kekhawatiran langsung kepada serikat terkait potensi penurunan produksi akibat kebijakan impor tersebut.
Menurutnya, masuknya 105.000 unit pick up impor akan membuat output produksi pabrik otomotif dalam negeri menurun, yang pada akhirnya berpotensi memicu pengurangan kontrak kerja hingga PHK.
“Anggota kami di produsen-produsen mobil sudah datang dan menyampaikan langsung. Ada potensi PHK karena output produksi bisa turun akibat impor 105.000 pick up dari India,” ujar Said Iqbal, Selasa, 24 Februari 2026.
BACA JUGA:Said Iqbal: Rencana PHK Buruh Mie Sedaap Akal-akalan Pengusaha Hindari THR!
BACA JUGA:Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Buka Peluang Lolos ke Final Four Usai Tumbagkan BJB Tandamata
Ia mempertanyakan rasionalitas kebijakan tersebut, terlebih di tengah situasi ketenagakerjaan yang sedang tertekan. Said Iqbal menyebut, gelombang PHK masih terus terjadi di berbagai sektor.
Said mencontohkan ancaman PHK terhadap 2.500 buruh di PT Pakerin serta proses PHK dan perumahan buruh di industri makanan. Selain itu, berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, terdapat sekitar 88.000 buruh telah ter-PHK, sementara hasil pendataan Litbang Partai Buruh dan KSPI memperkirakan angka tersebut telah mendekati 100.000 orang hingga Februari.
“Di tengah PHK ratusan ribu buruh, tiba-tiba muncul kebijakan yang justru berpotensi menambah PHK di industri otomotif. Ini kebijakan apa? Di mana rasionalitasnya?” tegasnya.
KSPI menilai, apabila 105.000 unit pikap Mahindra tersebut diproduksi di dalam negeri, maka dampaknya justru akan memperpanjang kontrak buruh yang saat ini bekerja di pabrik mobil, bahkan membuka lapangan kerja baru.
Iqbal memperkirakan produksi dalam negeri untuk jumlah tersebut dapat menyerap sedikitnya 10.000 tenaga kerja baru dalam periode 6 bulan hingga 1 tahun produksi.
BACA JUGA:Balas Budi Menkes, Dokter Piprim Dipecat Usai Sukses Berantas TBC?
- 1
- 2
- »





