Purbaya Sebut Sasetningtyas Bisa Menyesal 20 Tahun Lagi, Apa Iya?

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Media sosial belakangan ini ramai oleh perdebatan soal isu pindah warga negara. Pemicunya adalah video yang diunggah Dwi Sasetningtyas, yang menceritakan anaknya mendapat kewarganegaraan Inggris.

Unggahan itu memantik kemarahan warganet karena Dwi diketahui merupakan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), program yang dananya bersumber dari pajak rakyat Indonesia.

Isu tersebut kemudian ikut disorot pemerintah. Dalam konferensi pers APBN KiTa pada Senin (23/2/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung polemik yang sedang viral itu.

"Mungkin 20 tahun lagi dia akan nyesel, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget," Ujar Purbaya.

Baca: Rusuh Usai Bos Kartel El Mencho Mati, Seburuk Apa Ekonomi Meksiko?

Pernyataan itu terdengar seperti sindiran, tetapi di baliknya ada pesan yang lebih besar. Bukan semata soal satu kasus viral, melainkan soal keyakinan atas perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.

Agar lebih mudah dibayangkan, mari pakai satu contoh sederhana. Anak yang lahir pada 2020. Pada 2045 sampai 2046, mereka akan berusia 25 sampai 26 tahun. Itu fase hidup ketika orang mulai serius membangun karier, mengejar mimpi, dan menentukan masa depan.

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD telah memproyeksikan bahwa ekonomi Indonesia pada 2045 dapat mencapai sekitar US$8,89 triliun dan berpotensi menjadi ekonomi terbesar keempat dunia.

Pada tahun itu juga, Indonesia ditargetkan menjadi tahun "Indonesia Emas". Jika target besar tersebut benar tercapai, generasi ini akan memasuki usia produktif di Indonesia yang sangat berbeda dibanding hari ini.

Baca: Bakal Kuasai 63% Saham Freeport Pasca 2041, RI Bisa Raup Rp90 Triliun

Pendapatan Per Kapita Setara Negara Maju

Berdasarkan visi Indonesia 2045 dari Bappenas,pendapatan per kapita Indonesia dipatok berada di kisaran US$23.199 atau setara dengan Rp390 juta (asumsi kurs Rp16.815/US$). Artinya, saat anak kelahiran 2020 berusia 25 sampai 26 tahun, mereka akan hidup di negara dengan daya beli yang jauh lebih kuat.

Foto: Bappenas
Indonesia Emas 2045

Di kehidupan sehari hari, angka ini tidak terasa sebagai statistik semata. Ia berubah menjadi hal hal yang lebih dekat. Peluang kerja bernilai tambah yang lebih banyak, standar gaji yang lebih solid, serta layanan publik yang lebih berkualitas karena ruang fiskal negara lebih besar.

Ketika peluang hidup yang jauh lebih baik bisa dicapai di Indonesia, maka pilihan untuk meremehkan negeri sendiri dan lebih memilih pindah warga negara bisa jadi terasa salah. 

Baca: Ngeluh THR Buruh Kena Pajak, Said Iqbal Minta Tolong Prabowo

Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang

Indonesia Emas juga menargetkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang rata rata sekitar 5,7% per tahun. Jika ini terjaga, ekonomi Indonesia pada 20 tahun lagi akan jauh lebih besar dari sekarang. Dan ketika kue ekonomi membesar, yang berubah bukan hanya grafik, tetapi kesempatan.

Hal ini berarti memasuki pasar kerja pada masa ekspansi. Perusahaan akan berebut talenta terbaik, investasi meningkat, sektor sektor baru tumbuh, dan jalur mobilitas sosial makin terbuka.

Kemiskinan Sangat Rendah dan Ketimpangan Menurun

Target Indonesia Emas juga menempatkan kemiskinan pada level sangat rendah, sekitar 0,5 sampai 0,8 persen, dengan ketimpangan yang mengecil. Jika tercapai, Indonesia dalam 20 tahun lagi bukan hanya lebih kaya, tetapi juga lebih sehat secara sosial.

Akses pendidikan dan kesehatan akan jauh lebih merata. Peluang tidak akan menumpuk di segelintir wilayah saja, dan kelas menengah akan semakin banyak.

Buat anak kelahiran 2020, ini bukan sekadar data. Ini soal kualitas hidup. Lingkungan yang lebih aman, kompetisi yang lebih adil, kualitas SDM yang naik bersama, serta kesempatan yang tidak ditentukan hanya karena lahir di kota besar atau di daerah.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tidak Setiap “Maaf” Bisa Ditukar dengan Sepatah Kata “Tidak Apa-apa”
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Bayang-Bayang Tarif Baru Trump: Risiko bagi Ekonomi Global dan ASEAN?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bripda MS Dipecat, Komnas HAM Pastikan Proses Hukum Berlanjut
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Berhubungan dengan orang "toxic" bisa membuat lebih cepat tua
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Bandung Hari Ini 24 Februari
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.