Teheran (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan pada Selasa (24/2) bahwa Iran dan Amerika Serikat "memiliki kesempatan bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang membahas kekhawatiran bersama dan mencapai kepentingan bersama."
Araghchi mengunggah pernyataan tersebut di X menjelang negosiasi nuklir tak langsung putaran ketiga antara Teheran dan Washington, yang dijadwalkan pada Kamis (26/2) di Jenewa.
"Dengan berlandaskan pada kesepahaman yang dicapai pada putaran sebelumnya, Iran akan melanjutkan perundingan dengan pihak AS di Jenewa dengan tekad untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara dalam waktu sesingkat mungkin," kata sang menlu.
"Keyakinan mendasar kami sangat jelas, yaitu Iran tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir dalam keadaan apa pun; dan kami, rakyat Iran, tidak akan pernah melepaskan hak kami untuk mengambil manfaat dari teknologi nuklir damai demi rakyat kami," tuturnya.
Kedua belah pihak memiliki "kesempatan bersejarah" untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengatasi kekhawatiran bersama dan mencapai kepentingan bersama, kata Araghchi. Kesepakatan dapat dicapai jika diplomasi diprioritaskan, imbuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul peningkatan kekuatan militer AS belakangan ini di Timur Tengah dan dua putaran perundingan nuklir tak langsung antara Washington dan Teheran, yang berpusat pada program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi AS.
Araghchi mengunggah pernyataan tersebut di X menjelang negosiasi nuklir tak langsung putaran ketiga antara Teheran dan Washington, yang dijadwalkan pada Kamis (26/2) di Jenewa.
"Dengan berlandaskan pada kesepahaman yang dicapai pada putaran sebelumnya, Iran akan melanjutkan perundingan dengan pihak AS di Jenewa dengan tekad untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara dalam waktu sesingkat mungkin," kata sang menlu.
"Keyakinan mendasar kami sangat jelas, yaitu Iran tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir dalam keadaan apa pun; dan kami, rakyat Iran, tidak akan pernah melepaskan hak kami untuk mengambil manfaat dari teknologi nuklir damai demi rakyat kami," tuturnya.
Kedua belah pihak memiliki "kesempatan bersejarah" untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengatasi kekhawatiran bersama dan mencapai kepentingan bersama, kata Araghchi. Kesepakatan dapat dicapai jika diplomasi diprioritaskan, imbuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul peningkatan kekuatan militer AS belakangan ini di Timur Tengah dan dua putaran perundingan nuklir tak langsung antara Washington dan Teheran, yang berpusat pada program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi AS.





