Bisnis.com, JAKARTA — PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) mengumumkan penghentian kegiatan usaha anak usahanya di bidang fintech P2P lending yang bernama PT Finansial Integrasi Teknologi (PT FIT) atau Pinjam Modal, dalam perkembangan terbaru "seleksi alam" pinjaman online (pinjol).
Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda melihat industri pinjaman daring (pindar) saat ini sudah dalam tahap seleksi alam, sehingga hanya pelaku usaha yang beroperasi lebih efisien akan mampu bertahan.
“Nampaknya, Pinjam Modal tidak bisa bertahan, terlebih bergerak di pinjaman sektor produktif yang tengah mengalami turbulensi di tahun ini. Jadi saya rasa cukup wajar mereka akhirnya menarik diri dari industri pinjaman daring,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (25/2/2026).
Selain itu, Huda menilai BFI Finance yang memiliki lisensi perusahaan pembiayaan atau multifinance memiliki potensi untuk menggarap industri buy now pay later (BNPL).
Dia memprediksi pertumbuhan industri BNPL akan menjadi primadona tahun ini dengan pertumbuhan di atas 50%. Apabila terealisasi, laju itu akan mengalahkan pertumbuhan pinjaman daring.
Meski begitu, dia memproyeksikan industri pindar masih akan tumbuh positif double digit. Hal ini didorong oleh permintaan yang masih tinggi dan masih adanya kesenjangan pembiayaan (credit gap).
Sebab demikian, dia kembali menekankan jika ada pindar yang menutup usahanya, maka memang sudah seleksi alam saja. Meskipun, di satu sisi ada juga faktor bahwa pangsa pasar yang terlalu kecil karena persaingan yang ketat.
“Dan ada juga faktor yang memang kredit macetnya cukup tinggi. Risiko di pinjaman daring ini tinggi, maka ya risiko keluar dari industri juga akan mengikuti,” tegasnya.
Sebagai informasi, dalam keterbukaan yang disampaikan ke BEI pada Jumat (20/2/2026), manajemen BFI Finance menyatakan perseroan selaku entitas induk dari PT Finansial Integrasi Teknologi (PT FIT) atau yang dikenal dengan Pinjam Modal telah menerima Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang menyetujui penghentian kegiatan usaha anak usaha tersebut.
"PT FIT telah mengajukan permohonan pencabutan izin usaha sebagai Penyelenggara LPBBTI kepada Otoritas Jasa Keuangan dan saat ini permohonan tersebut sedang dalam proses," demikian penjelasan BFI Finance.
Merujuk dari situs resmi Pinjam Modal, P2P lending ini didirikan dan meluncurkan website pada 2017. Setahun setelahnya, Pinjam Modal terdaftar di OJK dan merilis aplikasi versi Android. Kemudian, pada 2020 penyelenggara pinjaman online ini terlisensi oleh OJK dan kemudian mengembangkan layanan supply chain financing menjadi 3 produk yaitu PinjamModal Inventory, PinjamModal Usaha, dan PinjamModal Toko pada 2021.
Pinjam Modal mencatat transaksi bisnis hingga Rp3,2 triliun pada 2022. Adapun, tingkat keberhasilan bayar (TKB) 90 yang tertera di situs perusahaan berada pada level 95,06%.





