Stop Oversharing! Medsos Dinilai Bukan Tempat Aman Mengumbar Unek-Unek

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Oversharing atau kebiasaan berbagi informasi pribadi secara berlebihan di media sosial dinilai bisa berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Hal ini tergambar dari kasus Dwi Sasetyaningtyas yang unggahannya mengenai status kewarganegaraan sang anak, memicu kritik dari publik dan menyebabkan sang suami harus mengembalikan dana LPDP.

Apa penyebab seseorang kerap oversharing? Guru Besar Psikologi dari Universitas Indonesia, Prof Rose Mini Agoes Salim, mengatakan secara psikologis manusia memiliki kebutuhan untuk menyalurkan emosi atau unek-unek yang dikenal sebagai katarsis. Ketika seseorang tidak memiliki ruang yang aman untuk bercerita, media sosial kerap dijadikan pelampiasan.

Baca Juga
  • Peringatan Keras Purbaya untuk Penerima Beasiswa LPDP: Jangan Menghina-hina Negara
  • LPDP Jawab Konten Viral Cukup Aku yang WNI Anakku Jangan
  • Psikolog Ungkap Kaitan Puasa dan Kesehatan Mental

"Manusia itu membutuhkan kemampuan untuk mengeluarkan unek-uneknya. Dalam psikologi disebut katarsis. Saat tidak punya tempat untuk bercerita, media sosial menjadi wadah untuk mengungkapkan kegundahan dan pengalaman pribadi," kata Prof Rose saat dihubungi Republika, Rabu (25/2/2026).

Namun Prof Rose mengingatkan setiap informasi yang diungkapkan ke publik pasti menimbulkan pro dan kontra. Akan ada pihak yang setuju, namun tidak sedikit pula yang memiliki persepsi berbeda atau bahkan merasa tidak menyukai unggahan tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ilustrasi bermain medsos. - (Republika/Mardiah)

 

Karena itu, ia menyarankan agar pengguna media sosial berpikir matang sebelum membagikan sesuatu, terutama jika menyangkut hal-hal yang bersifat sangat pribadi atau sensitif seperti agama, suku, adat istiadat, maupun pandangan yang berpotensi memicu perdebatan. "Kan ada istilahnya saring sebelum sharing. Apalagi kalau sudah menyangkut isu sensitif, perlu dipikirkan dampaknya. Apakah ini akan melukai orang Iain atau berdampak lebih luas," kata dia.

Untuk menghindari oversharing, Prof Rose menyarankan agar setiap pengguna media sosial mengkaji terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan. Misalnya dengan membuat skrip atau poin-poin sebelum berbicara di ruang publik bisa membantu mengontrol diri.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Perintis Ditarget Rampung Sepekan
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Mendag: Kopdes Merah Putih Buka Kolaborasi dengan Ritel Modern
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bakrie Group Masuk, Astrindo (BIPI) Jalin Kerja Sama dengan Mitra Anak Usaha ENRG
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
KLH Bekukan Izin Lingkungan 80 Tambang Batu Bara dan Nikel
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ngaku Mau ke Ancol, Sopir Calya Lawan Arah yang Diamuk Massa Tidak Bawa SIM Hingga STNK
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.