Penjaga Pantai Kuba Tembak Kapal AS

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRUNews-Havana

Empat Orang Tewas dalam Insiden Berdarah di Tengah Ketegangan Diplomatik

Kementerian Dalam Negeri Kuba melaporkan bahwa pasukan penjaga pantai mereka terlibat dalam kontak senjata dengan sebuah kapal cepat berbendera Florida, Amerika Serikat, di lepas pantai Cayo Falcones, Provinsi Villa Clara. Insiden ini mengakibatkan empat orang tewas dan enam lainnya luka-luka.

Pemerintah Kuba mengklaim bahwa petugas mereka melepaskan tembakan balasan setelah sebelumnya ditembaki dari arah kapal tersebut. 

Satu petugas penjaga pantai dilaporkan terluka dalam baku tembak yang terjadi di wilayah perairan yang dikenal sebagai jalur rawan migrasi dan penyelundupan tersebut.

Hingga saat ini, identitas maupun kewarganegaraan para korban belum dirilis secara resmi oleh otoritas Havana. 

Namun, seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi kepada New York Times bahwa kapal sipil tersebut tengah berupaya membawa warga Kuba keluar dari pulau itu untuk menuju Amerika Serikat.

Kedaulatan vs Investigasi Independen

Pihak Kedutaan Besar Kuba di AS menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi kedaulatan wilayah.

"Kuba menegaskan kembali tekadnya untuk melindungi perairan teritorialnya sebagai pilar fundamental pertahanan negara guna menjamin stabilitas kawasan," tulis pernyataan resmi kedutaan melalui media sosial.

Di sisi lain, Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Washington tengah mengumpulkan fakta-fakta independen mengenai penembakan tersebut.

"Kami tidak akan mendasarkan kesimpulan hanya pada apa yang mereka (Kuba) sampaikan. Saya sangat yakin kita akan mengetahui kronologi lengkap dari kejadian ini," ujar Rubio saat melakukan kunjungan kerja di St. 

Kitts and Nevis. Ia juga menambahkan bahwa baku tembak di laut lepas seperti ini adalah kejadian yang "sangat tidak biasa."

Konteks Krisis dan Sejarah Kelam

Insiden ini terjadi di tengah krisis energi dan kemanusiaan yang akut di Kuba, yang diperparah oleh embargo minyak. Wilayah selat Florida sering kali menjadi saksi bisu warga Kuba yang nekat melarikan diri menggunakan rakit atau kapal cepat ilegal.

Secara historis, ketegangan ini membangkitkan ingatan publik pada peristiwa 30 tahun lalu, ketika angkatan udara Kuba menembak jatuh dua pesawat sipil kelompok eksil "Brothers to the Rescue". 

Tragedi tersebut menewaskan empat orang dan mengakhiri periode pemulihan hubungan diplomatik kedua negara kala itu.

Upaya Bantuan Kemanusiaan

Meski tensi politik memanas, Departemen Tenaga Kerja dan Perdagangan AS baru-baru ini mengeluarkan panduan baru yang mengizinkan perusahaan Amerika menjual minyak ke sektor swasta dan rumah tangga di Kuba guna meringankan penderitaan rakyat sipil. 

Namun, bantuan ini dilarang keras diberikan kepada institusi pemerintah, militer, atau layanan intelijen Kuba.

Negara-negara tetangga seperti Meksiko dan Kanada juga mulai bergerak mengirimkan bantuan pangan melalui jalur PBB. "Fokus kami adalah pada situasi kemanusiaan," tegas Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mereka yang Berbuka Puasa di Pinggir Jalan
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Prakiraan Cuaca Medan 26 Februari 2026: Waspada Hujan Petir Siang Hari
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
AHU: Orang tua alih status kewarganegaraan anak sepihak langgar hak
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Hari Ketiga Banjir Rendam Vila di Sanur, Turis Mulai Tinggalkan Penginapan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Menang Tipis atas PSM, Bernardo Tavares Tak Larut Euforia: Persib Bandung Sudah Menunggu
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.