Jakarta, VIVA – Nama Tasya Kamila kembali menjadi perbincangan. Kali ini bukan soal kiprah di dunia hiburan, melainkan kontribusinya sebagai alumni beasiswa LPDP setelah menempuh studi magister di Columbia University, New York, AS.
Perdebatan bermula dari unggahan akun TikTok @gheovannymethamia yang secara terbuka mempertanyakan dampak nyata yang diberikan Tasya usai menyelesaikan pendidikan di salah satu kampus Ivy League tersebut. Kritik itu muncul setelah Tasya membagikan sejumlah program dan kegiatan sosial yang ia klaim sebagai kontribusi bagi Indonesia. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Dalam videonya, akun tersebut menyoroti penggunaan dana publik untuk pendidikan luar negeri yang nilainya tidak sedikit.
"Ini makin makin geram ya, kontribusi anak-anak penerima LPDP itu semuanya perlu dipertanyakan," tulisnya, dikutip Kamis 26 Februari 2026.
Ia menilai penerima beasiswa dengan pendanaan miliaran rupiah seharusnya menghadirkan dampak yang lebih strategis dan terukur.
"Diberi miliaran tapi ngasih feedback sekelas ibu PKK atau organisasi tanpa butuh S2 ivy league," lanjutnya.
Kritik tersebut juga menyinggung latar pendidikan Tasya di Columbia University. Menurutnya, berbagai kegiatan seperti gerakan akar rumput atau aktivitas sosial tidak memerlukan gelar internasional dengan biaya besar.
Bahkan, ia membandingkannya dengan program tanggung jawab sosial perusahaan.
"CSR di kantor gue itu juga ngebuat hal-hal kayak gini, nggak pakai LPDP," ujarnya.
Tak berhenti di situ, kegiatan pemberdayaan melalui seminar, talkshow, hingga workshop juga disebut bukan bentuk kontribusi strategis yang eksklusif bagi lulusan universitas kelas dunia.
"Memberdayakan pemuda Indonesia melalui talk show, seminar, workshop, itu mah bisa dikerjain sama semua orang," katanya tegas.
Dalam bagian paling kontroversial, akun tersebut melontarkan pernyataan keras yang memicu reaksi luas.
"Oh my God semua anak LPDP itu heboh heboh heboh, sampah sampah sampah," jelasnya.
Ia pun mendesak agar LPDP melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar kontribusi para awardee.
"LPDP harus direview sampe ke kontribusinya," tulisnya.
Menurutnya, investasi dana publik semestinya difokuskan pada sektor-sektor yang menghasilkan perubahan struktural jangka panjang, seperti riset, ekonomi, dan rekayasa teknik yang berdampak pada kebijakan nasional.





