VIVA – Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, melontarkan kritik pedas terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Blatter secara terbuka menyebut FIFA saat ini berjalan layaknya sebuah kediktatoran.
Dalam wawancara dengan media Jerman Bild, Blatter menilai kekuasaan di tubuh FIFA kini sepenuhnya terpusat di tangan Infantino. Ia bahkan menyebut peran Dewan FIFA nyaris tak lagi berarti.
“Bagaimana kondisi FIFA hari ini? Sekarang FIFA hanya terdiri dari satu orang: Presiden Infantino. FIFA telah menjadi sebuah kediktatoran,” ujar Blatter, dikutip dari Yahoo Sports.
Menurut Blatter, dewan FIFA yang beranggotakan hampir 40 orang tak memiliki pengaruh nyata dalam pengambilan keputusan strategis.
“Dewan FIFA tidak lagi punya suara,” tegasnya.
Blatter juga menyamakan gaya kepemimpinan Infantino dengan Louis XIV, Raja Prancis yang dikenal dengan kekuasaan absolutnya.
“Dia memerintah seperti Raja Matahari,” sindir Blatter.
Tak hanya itu, Blatter turut menyoroti kedekatan Infantino dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai hubungan tersebut lebih menyerupai relasi kepentingan politik.
“Trump selalu menciptakan drama dan untuk itu dia butuh sekutu baru, yakni Presiden FIFA. Namun Infantino lebih pantas disebut kaki tangan, bukan teman,” kata Blatter.
Blatter juga mengkritik keras keputusan Infantino memberikan penghargaan kepada Trump.
“Penghargaan itu sama sekali tidak masuk akal. Infantino menjilat Trump karena dia membutuhkannya,” tambahnya.
Sebagai informasi, Blatter menjabat Presiden FIFA selama periode 1998–2015 sebelum lengser akibat skandal korupsi. Setelah masa transisi di bawah Issa Hayatou, Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA sejak Februari 2016 dan kini telah hampir satu dekade memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut.





