Plt. Direktur PWNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Meksiko untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Peringatan ini terkait dengan kerusuhan yang terjadi di beberapa negara bagian di Meksiko, usai tewasnya bos kartel narkoba Meksiko, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias 'El Mencho'. 'El Mencho' tewas dalam sebuah serangan militer, pada Minggu (22/2).
Beberapa hari belakangan, kondisi berangsur aman. Namun, kewaspadaan perlu dijaga.
“Meskipun kondisi sudah berangsur aman dan keadaan sudah mulai membaik serta kondusif, situasi dan kondisi sudah tidak mencekam,” ujar Heni dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (27/2).
“Namun kepada seluruh WNI khususnya di wilayah terdampak masih tetap diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjauhi kerumunan, dan mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat serta menjalin komunikasi dengan KBRI Mexico City,” lanjutnya.
Heni menyebutkan, kondisi keamanan di wilayah terdampak telah membaik.
“Untuk kondisi di Meksiko terutama di wilayah terdampak, informasi yang kami terima dari KBRI Mexico City, ketegangan telah jauh berkurang dan situasi telah kembali normal,” kata Heni.
“Fasilitas umum, sekolah-sekolah, toko-toko dan bandara sudah mulai beroperasi kembali dan status situasi darurat telah dicabut oleh Gubernur Jalisco pada 24 Februari lalu,” sambung dia.
Ia menambahkan, WNI yang berada di wilayah terdampak juga terpantau dalam kondisi aman.
“WNI yang bermukim di wilayah terdampak yaitu di wilayah Jalisco dan Guadalajara terpantau dalam kondisi aman dan selamat,” ungkapnya.
Kemlu mencatat, jumlah WNI yang berada di Meksiko mencapai 481 orang.
“Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, hingga saat ini terdapat 481 WNI di Meksiko dengan jumlah paling banyak di Nuevo Leon sebanyak 150 WNI, lalu di Mexico City 137 WNI, dan di Jalisco sebanyak 45 WNI,” kata dia.




