Pakar: Pabrik LNG Terintegrasi di Jawa Perkuat Ketahanan Energi

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat energi dari Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto menilai rampungnya pabrik gas alam cair (LNG) terintegrasi LPG dan kondensat terbesar kedua di Jawa yang dikelola PT Sumber Aneka Gas membawa angin segar terhadap ketahanan energi nasional.

Menurut Pri, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya menambah kapasitas pengolahan gas, tetapi juga memperkuat pasokan energi domestik yang selama ini masih menghadapi tekanan, terutama untuk LNG dan LPG.

“Proyek ini menambah pasokan tiga jenis energi sekaligus, yaitu LNG, LPG dan kondensat, untuk kebutuhan nasional. Jelas meningkatkan ketahanan energi kita dengan mengurangi impor kita terhadap tiga produk tersebut,” ujar Pri Agung kepada Bisnis, Jumat (27/2/2026). 

Pabrik LNG ini memiliki kapasitas produksi yang dihasilkan meliputi LNG sebesar 10 BBtud (billion British thermal unit per day), LPG 30 metrik ton per hari (mtpd), serta kondensat sekitar 500 barel per hari (bopd).

Dia menjelaskan, tambahan produksi dari tiga komoditas energi sekaligus akan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, khususnya LPG yang selama ini masih didominasi pasokan luar negeri. Dengan demikian, neraca energi nasional berpotensi menjadi lebih seimbang.

Selain itu, proyek seperti ini dinilai dapat menjadi solusi atas tantangan keterbatasan infrastruktur gas di sejumlah wilayah. Menurut Pri Agung, model pengembangan pabrik terintegrasi seharusnya diperluas ke daerah lain.

Baca Juga

  • Pabrik LNG Darat Terbesar di Jawa Segera Beroperasi, Pasok Gas 10 BBtud
  • Ada Sinyal Tekanan Harga LNG Dunia Meski Permintaan Tetap Kuat
  • Inpex Lapor Purbaya Hadapi 5 Tantangan di Proyek LNG Abadi Masela

“Proyek serupa perlu diperbanyak, untuk bisa menjadi penyerap produksi gas domestik, diduplikasi di kawasan Indonesia timur yang potensi gasnya besar, bisa menjadi jembatan infrastruktur untuk pengembangan lapangan-lapangan gas yang jauh dari ketersediaan infrastruktur,” tuturnya.

Indonesia timur memiliki potensi gas yang besar. Namun, dia melihat potensi tersebut belum sepenuhnya termanfaatkan akibat keterbatasan fasilitas pengolahan dan distribusi. Kehadiran pabrik terintegrasi dapat menjadi penghubung antara sumber gas dan pasar.

Dengan tersedianya infrastruktur tersebut, lapangan-lapangan gas yang selama ini belum ekonomis dikembangkan bisa lebih cepat dimonetisasi. Hal ini sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor hulu migas.

“Ini sekaligus merupakan wujud konkret hilirisasi di sektor migas,” terangnya.

Pri Agung berharap pemerintah terus mendorong proyek hilirisasi gas sebagai bagian dari strategi jangka panjang ketahanan energi nasional. Di tengah pasokan LNG domestik yang relatif ketat, peningkatan kapasitas pengolahan dan distribusi dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Jelang Lebaran 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Manaker Akan Konsultasikan Usulan THR Cair H-14 Lebaran dengan Presiden
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Belum Teridentifikasi, 10 Korban Longsor Pasirlangu Dikubur Satu Liang Lahat
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Viral! Pemuda Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Cipondoh, Ujung-ujungnya Minta Damai
• 7 jam laludisway.id
thumb
5 Bank Jumbo Asia, DBS hingga Sumitomo Incar Bisnis Ritel HSBC Indonesia
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.